Sarasehan Kebangsaan Bekali Generasi Z Hadapi Ancaman Narkoba, Perzinahan, dan Terorisme

5/5 - (1 vote)

Malang || kolocokronews
Sabtu (13 Juni 2026 ) – Upaya membangun karakter generasi muda terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya melalui Sarasehan Kebangsaan yang mengangkat tema “Pendampingan Generasi Z dari Pengaruh Narkoba, Perzinahan, dan Terorisme Menuju Indonesia Emas 2045”, yang digelar di Pesantren Mahasiswa (Pesma) Ashabul Kahfi, Jalan Semanggi Barat No. IA, Kota Malang, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi wadah dialog interaktif antara narasumber dan peserta melalui forum diskusi serta sesi tanya jawab. Acara ini terselenggara berkat dukungan Forum Silaturahmi Guru Al-Qur’an (FORSILA) Malang Raya sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan generasi muda.

Sekitar 100 mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Tribhuwana Tunggadewi mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Kehadiran para peserta menunjukkan besarnya perhatian kalangan akademisi terhadap pentingnya penguatan moral dan wawasan kebangsaan di tengah tantangan zaman.

Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber, di antaranya Letkol (Purn) Drs. KH. Muhammad Adam, M.Si selaku Dewan Pertimbangan Wilayah PUI Jawa Timur, Pangeran Okky Artha, S.H selaku Ketua DPC KAI Kota Malang, Ir. Jusuf Thojib, MSA sebagai tokoh masyarakat, serta Tri Widiarko, S.H., M.H., CLA., C.MD selaku Ketua Pasukan 08 DPD Jawa Timur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gus Yuda Prasetya, S.E., S.Ip., M.Si, Sudarmanto, S.E., Misbahul Munir, S.T., dan Ainul Yasin yang disambut hangat oleh Ketua Ponpes Ashabul Kahfi, Gus Ahdiat Ferianto, bersama Ketua FORSILA Malang Raya, Ustaz Imam Hidayat, S.E., M.M.

Dalam sambutannya, Ustaz Imam Hidayat menegaskan bahwa pendampingan terhadap Generasi Z menjadi langkah penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang bermoral, jujur, adil, serta memiliki karakter kuat demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Materi pertama disampaikan oleh Letkol (Purn) Drs. KH. Muhammad Adam, M.Si yang menjelaskan bahwa terdapat faktor internal maupun eksternal yang dapat menjerumuskan generasi muda ke dalam penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, hingga paham radikalisme dan terorisme. Oleh karena itu, peran keluarga, lingkungan, pendidikan, dan penegakan hukum harus berjalan secara sinergis.

Pangeran Okky Artha, S.H. menyoroti aspek hukum terkait penyalahgunaan narkotika. Ia mengingatkan bahwa sanksi pidana bagi pelaku penyalahgunaan narkoba sangat berat dan dapat menghancurkan masa depan generasi muda.

Sementara itu, Gus Ahdiat Ferianto menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah dalam pembinaan generasi muda. Ia menegaskan bahwa Pesantren Ashabul Kahfi siap menjadi tempat pembinaan dan pengembangan karakter bagi para pemuda sebagai bekal menuju masa depan yang lebih baik.

Sudarmanto, S.E. juga mengajak para mahasiswa untuk tidak pernah mencoba narkoba dan tetap fokus mengejar pendidikan sebagai investasi utama dalam membangun masa depan bangsa.

Pesan senada disampaikan oleh tokoh masyarakat Ir. Jusuf Thojib, MSA yang mengajak Generasi Z untuk selalu melakukan kegiatan positif, menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar, serta menumbuhkan rasa welas asih dan kepedulian terhadap sesama.

Menutup rangkaian penyampaian materi, Tri Widiarko, S.H., M.H., CLA., C.MD menegaskan bahwa generasi muda merupakan calon pemimpin bangsa di masa depan. Karena itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar menjauhi segala bentuk perbuatan melawan hukum, terutama penyalahgunaan narkoba yang dapat menghancurkan masa depan dan cita-cita mereka.

Setelah seluruh materi dipaparkan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab yang berlangsung aktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi langsung dengan para narasumber mengenai berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.

Sarasehan Kebangsaan tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana edukasi sekaligus penguatan karakter bagi Generasi Z agar tumbuh menjadi insan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta siap menjadi pemimpin Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
(Red).

error: Content is protected !!