SURABAYA || Kolocokronews
Ribuan anggota Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) dari berbagai wilayah di Jawa Timur mendatangi Mapolrestabes Surabaya, Jumat (31/7/2026), untuk menyuarakan tuntutan agar aparat kepolisian segera menuntaskan kasus pembacokan yang terjadi di area parkir Ambyar Super Club.
Aksi yang berlangsung secara tertib itu dipusatkan di sekitar Jalan Sikatan. Sejak pukul 14.30 WIB, massa mulai berdatangan mengenakan seragam khas PSHT berwarna hitam sambil membawa bendera organisasi dan atribut perguruan. Sebuah mobil komando memimpin jalannya aksi dengan menyampaikan orasi serta mengimbau seluruh peserta agar tetap menjaga ketertiban.
Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan terhadap penegakan hukum sekaligus mengecam aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum debt collector terhadap salah seorang anggota PSHT. Massa juga meminta aparat bertindak tegas terhadap praktik premanisme yang dinilai berlindung di balik profesi penagih utang.
Setelah dilakukan dialog antara pengurus PSHT dan jajaran kepolisian, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan didampingi Wakapolrestabes AKBP Edy Herwiyanto serta Kasat Reskrim AKBP David Manurung menyampaikan komitmennya untuk mempercepat penyelesaian perkara tersebut.
Dalam kesempatan itu, pihak kepolisian memastikan proses penyidikan terus berjalan dan berjanji mengusut tuntas kasus pembacokan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, kepolisian juga mengajak seluruh anggota PSHT untuk turut membantu memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan seorang terduga pelaku yang hingga kini masih masuk dalam daftar pencarian dan belum berhasil diamankan.
Aksi berakhir dengan situasi yang tetap kondusif. Massa membubarkan diri secara tertib setelah menerima penjelasan dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.
(Red)
