Unggahan Apresiasi untuk Eks Pimpinan BGN Mendadak Hilang Usai Penetapan Tersangka Kasus MBG

5/5 - (1 vote)

Netizen || kolocokronews
– kamis (4/6/2026) – Sorotan publik terhadap kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin meluas. Kali ini perhatian tertuju pada akun Instagram resmi Badan Gizi Nasional (BGN) yang diketahui menghapus unggahan berisi ucapan apresiasi kepada tiga mantan pimpinan lembaga tersebut setelah mereka ditetapkan sebagai tersangka.

Berdasarkan pantauan warganet, unggahan yang sebelumnya menampilkan ucapan terima kasih kepada mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, masih terlihat pada Rabu (3/6/2026) malam. Namun, pada Kamis (4/6/2026) siang, unggahan tersebut sudah tidak lagi ditemukan di halaman Instagram resmi BGN.

Postingan itu sebelumnya berisi penghargaan atas kepemimpinan, dedikasi, dan kontribusi ketiga mantan pejabat tersebut dalam membangun program pemenuhan gizi nasional. Dalam narasinya, BGN menyampaikan terima kasih atas peran mereka dalam meletakkan dasar pengembangan program yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah.

Namun situasi berubah setelah ketiganya terseret dalam perkara dugaan korupsi terkait tata kelola Program MBG. Hilangnya unggahan tersebut pun memicu beragam tanggapan di media sosial.

Sejumlah netizen mempertanyakan alasan penghapusan postingan tersebut. Ada yang menilai langkah itu sebagai upaya menjaga citra institusi di tengah proses hukum yang sedang berjalan, sementara yang lain menganggap penghapusan unggahan tidak akan menghilangkan jejak digital yang telah lebih dulu tersebar luas melalui tangkapan layar dan unggahan ulang di berbagai platform.

Perbincangan publik semakin ramai karena kasus dugaan korupsi Program MBG sendiri menjadi perhatian nasional. Program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, kini justru berada di bawah bayang-bayang dugaan penyimpangan anggaran.

Meski unggahan tersebut telah dihapus, berbagai dokumentasi yang beredar di media sosial membuat isi pesan apresiasi itu tetap dapat diakses dan diperbincangkan publik. Kondisi ini menunjukkan bahwa jejak digital di era media sosial sulit untuk benar-benar hilang, terlebih ketika sebuah isu telah menjadi perhatian luas masyarakat.

Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai alasan penghapusan unggahan tersebut. Sementara itu, proses hukum terkait dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis masih terus berjalan dan menjadi perhatian berbagai kalangan.
(Red).

error: Content is protected !!