Bersih Desa Tejosari Abdullah Satar Tradisi Harus Lestari, Singosari Terus Diperjuangkan Jadi Kabupaten

5/5 - (1 vote)

MALANG || Kolocokronews
– Peringatan Bersih Desa di Lingkungan Tejosari, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan, Minggu (19/7/2026). Sekitar 2.000 warga memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti berbagai rangkaian acara yang menjadi tradisi tahunan masyarakat setempat.

Sejak pagi, suasana Tejosari dipenuhi antusiasme warga. Pawai karnaval yang menampilkan beragam kreativitas masyarakat menjadi pembuka kemeriahan acara. Berbagai kelompok peserta tampil dengan kostum bernuansa budaya, atraksi seni, hingga pertunjukan yang menghibur ribuan warga yang memadati sepanjang rute karnaval.

Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Malang Abdullah Satar, Anggota DPRD Kabupaten Malang Khoirul Umah, SH, Camat Singosari Wellem, S.Sos., Batuud Koramil 0818/26 Singosari Peltu Budi, Lurah Candirenggo Melani Astuti, S.Sos., Babinsa Candirenggo Serda Lukman dan Sertu Zaini, Ketua RW 09 Riamu, Ketua Panitia Bersih Desa Suwarto, serta tokoh masyarakat dan ribuan warga.

Dalam sambutannya, Abdullah Satar yang mewakili DPRD Kabupaten Malang mengapresiasi kekompakan masyarakat Tejosari yang terus menjaga dan melestarikan tradisi Bersih Desa sebagai warisan budaya yang memiliki nilai luhur.

Menurutnya, masyarakat boleh mengikuti perkembangan zaman dan budaya modern, namun tradisi yang diwariskan para leluhur tidak boleh ditinggalkan.

“Kita boleh mengikuti budaya yang modern atau kekinian, tetapi budaya dan tradisi  harus tetap diuri-uri dan dilestarikan. Ini adalah jati diri masyarakat yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Abdullah Satar.

Ia menambahkan, kegiatan budaya seperti Bersih Desa tidak hanya memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Ramainya pengunjung selama kegiatan berlangsung turut menjadi peluang bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan.

Di sela-sela sambutannya, Abdullah Satar juga mengungkapkan bahwa DPRD Kabupaten Malang saat ini masih terus memperjuangkan pemekaran wilayah dengan mendorong terbentuknya Kabupaten Singosari.

Menurutnya, apabila usulan tersebut dapat terealisasi, Kabupaten Malang nantinya akan terbagi menjadi dua wilayah administratif, yakni Kabupaten Singosari dan Kabupaten Kanjuruhan.

“Perjuangan ini dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih mudah, lebih dekat, dan pembangunan di masing-masing wilayah dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Setelah sambutan, masyarakat disuguhkan berbagai penampilan seni di panggung kehormatan yang menambah semarak suasana. Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar warga Tejosari senantiasa diberikan keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan.

Puncak peringatan Bersih Desa ditandai dengan tradisi cabut gunungan yang menjadi momen paling dinantikan. Warga berbondong-bondong memperebutkan hasil bumi yang disusun menyerupai gunungan sebagai simbol kemakmuran, rezeki yang melimpah, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kemeriahan Bersih Desa Tejosari kembali menunjukkan bahwa tradisi budaya tidak hanya menjadi warisan yang terus dijaga, tetapi juga menjadi perekat kebersamaan masyarakat sekaligus penggerak ekonomi lokal melalui tumbuhnya aktivitas UMKM selama perayaan berlangsung.
(Red).

error: Content is protected !!