Jakarta || kolocokronews
Rabu (10/6/2026) – Mabes TNI menegaskan seluruh jajarannya berada dalam kondisi siap siaga untuk menjaga stabilitas keamanan negara di tengah beredarnya narasi dan kabar di media sosial mengenai rencana aksi demonstrasi besar-besaran.
Isu mengenai pergerakan massa tersebut mencuat di tengah sorotan publik terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinilai sedang menghadapi tekanan, di antaranya melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, menegaskan bahwa kesiapsiagaan prajurit merupakan bagian dari tugas yang dijalankan setiap waktu, baik ada maupun tidak ada agenda demonstrasi.
Menurutnya, seluruh personel TNI selalu berada dalam kondisi siap apabila sewaktu-waktu diminta menjalankan tugas pengamanan demi menjaga keamanan dan stabilitas nasional.
“Ada demo, nggak ada demo, TNI siap 24 jam. Kalau saya bilang bukan 24 jam lagi, jam kerja saya 25 jam, 8 hari. Jadi kalau mau dikerahkan sekarang, kami siap,” ujar Brigjen TNI Muhammad Nas kepada awak media di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6/2026).
Meski menegaskan kesiapan pasukan untuk bergerak kapan saja apabila dibutuhkan, Muhammad Nas memastikan hingga saat ini TNI belum mengambil langkah antisipasi khusus ataupun menerapkan pola pengamanan luar biasa terkait isu demonstrasi besar yang beredar.
Ia menyebut kondisi internal TNI masih berjalan sebagaimana biasa dan belum ada instruksi khusus terkait pengamanan tambahan. Namun demikian, seluruh jajaran tetap berada dalam posisi siaga sebagai bagian dari tugas pokok menjaga keamanan negara.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa TNI terus memantau perkembangan situasi nasional dan siap memberikan dukungan pengamanan sesuai ketentuan yang berlaku apabila diperlukan, sembari memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di tengah dinamika yang berkembang.
(Red).
