Doa Bersama Gus Iqdam di Stadion Gajayana, Aditya Eka Putra Ajak Generasi Muda Petik Pelajaran dari Tragedi Kanjuruhan

5/5 - (1 vote)

Malang || kolocokronews
– Suasana penuh haru dan kekhusyukan menyelimuti Stadion Gajayana, Kota Malang, Selasa (2/6/2026) malam. Ribuan jamaah memadati stadion untuk mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh pendakwah muda karismatik, Muhammad Iqdam Kholid, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkari sekaligus mendoakan para korban Tragedi Kanjuruhan.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua PGI (Persatuan Golf Indonesia) Kabupaten Malang, Adtya Eka Putra, turut mendampingi Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, menyambut kedatangan Gus Iqdam di Stadion Gajayana.

Aditya Eka Putra yang akrab disapa Aditya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, doa bersama ini menjadi momentum penting untuk mengenang para korban Tragedi Kanjuruhan yang sebagian besar berasal dari kalangan generasi muda.

“Kegiatan ini selain dalam rangka memperingati Hari Bhayangkari, juga menjadi bentuk doa dan penghormatan bagi para korban Kanjuruhan. Mayoritas korban adalah generasi muda, sehingga peristiwa ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kita semua,” ujarnya saat ditemui awak media.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Kapolresta Malang Kota, Putu Kholis Aryana, atas perhatian dan kepeduliannya terhadap masyarakat Malang, khususnya para korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

“Ini merupakan bentuk atensi yang luar biasa dari Bapak Kapolresta. Kepedulian beliau kepada warga Malang patut diapresiasi. Sebagai perwakilan generasi muda di bidang olahraga, kami sangat mendukung kegiatan seperti ini,” katanya.

Aditya menilai kehadiran Gus Iqdam menjadi pilihan yang tepat karena sosoknya dikenal dekat dengan kalangan muda dan mampu menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan bahasa yang mudah diterima berbagai lapisan masyarakat.

“Gus Iqdam memiliki gaya dakwah yang dekat dengan anak muda, sehingga pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh jamaah. Malam ini suasana Stadion Gajayana benar-benar dipenuhi haru dan keberkahan,” tambahnya.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi amal kebaikan bagi para korban Tragedi Kanjuruhan.

“Semoga doa yang kita panjatkan malam ini diijabah oleh Allah SWT, serta para almarhum dan almarhumah diampuni segala dosanya dan diterima amal ibadahnya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Aditya berharap tragedi yang pernah terjadi di Kanjuruhan dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat agar lebih mengedepankan keselamatan dalam setiap kegiatan.

“Kita boleh mencintai dan mendukung sesuatu dengan penuh semangat, termasuk dalam dunia olahraga. Namun fanatisme tidak boleh sampai menimbulkan kemudaratan atau merugikan orang lain. Pesan yang disampaikan Gus Iqdam malam ini sangat penting untuk menjadi pengingat bagi kita semua agar peristiwa serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.
(Red).

error: Content is protected !!