Diduga Keroyok Dua Remaja di Banyu Urip, Delapan Pesilat Diamankan Tim Jogo Boyo Polrestabes Surabaya

5/5 - (1 vote)

Surabaya || kolocokronews
Senin (8/6/2026) – Tim Jogo Boyo Sat Samapta Polrestabes Surabaya mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap dua remaja asal Kabupaten Sidoarjo di kawasan Jalan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Sabtu (6/6/2026).

Penindakan dilakukan setelah dua korban berinisial AF (17) dan RZ (17), warga Buduran, Sidoarjo, meminta pertolongan kepada petugas yang tengah melaksanakan patroli rutin di wilayah tersebut.

Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika Purwana Putra, menjelaskan bahwa saat melintas di sekitar simpang empat Girilaya–Kupang, anggota Tim Jogo Boyo mendapati kedua remaja dalam kondisi panik dan mengaku baru saja menjadi sasaran pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari salah satu perguruan silat.

Mendapat laporan tersebut, petugas segera meminta keterangan dari korban guna mengetahui kronologi kejadian sekaligus mengidentifikasi para terduga pelaku.

Berbekal informasi yang diperoleh, Tim Jogo Boyo 1 dan Tim Jogo Boyo 2 langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diamankannya delapan orang yang diduga ikut dalam aksi pengeroyokan.

Delapan terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial AD (25), RA (16), DE (16), PG (15), CD (16), VAS (15), RY (17), dan HS (17). Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Surabaya dan Kabupaten Gresik.

Selain mengamankan para terduga pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa tiga unit sepeda motor, empat unit telepon seluler, serta empat kaus yang diduga berkaitan dengan salah satu kelompok perguruan silat.

Ketiga kendaraan yang diamankan terdiri dari sebuah Honda Beat merah bernomor polisi N 5067 DAO, Honda Beat Street hitam L 5108 ABB, dan Honda Beat putih L 4626 DAV.

Seluruh terduga pelaku beserta barang bukti kini telah dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan serta mengusut secara menyeluruh kronologi dugaan tindak pengeroyokan tersebut.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya kalangan generasi muda, untuk tidak mudah terprovokasi melakukan aksi kekerasan yang dapat berujung pada proses hukum dan merugikan masa depan mereka.
(Red).

error: Content is protected !!