600 Personel Gabungan Amankan Malam 1 Suro di Ponorogo, Penyekatan Perbatasan Diperketat

5/5 - (1 vote)

Ponorogo || kolocokronews
– Perayaan malam 1 Suro 2026 di Kabupaten Ponorogo mendapat pengamanan ketat dari aparat gabungan. Sebanyak 600 personel diterjunkan untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan budaya dalam Grebeg Suro sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama momentum Tahun Baru Islam dan Tahun Baru Jawa.

Personel gabungan dari Polri, TNI, dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo disiagakan di berbagai titik strategis yang menjadi pusat pelaksanaan kegiatan. Pengamanan dilakukan mulai dari Kirab Pusaka, penutupan Grebeg Suro, hingga prosesi Laku Tirakatan yang berlangsung pada malam pergantian Tahun Baru Jawa.

Kabag Ops Polres Ponorogo, Kompol Edi Suyono, menjelaskan bahwa seluruh agenda budaya mendapat pengawalan penuh demi memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mengikuti perayaan.

“Seluruh kegiatan budaya kami amankan bersama TNI dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo agar berlangsung tertib dan lancar,” ujarnya, Senin (15/6).

Selain mengamankan lokasi kegiatan, aparat juga memperketat pengawasan di sejumlah jalur perbatasan. Penyekatan dilakukan di akses menuju Madiun, Trenggalek, dan Wonogiri sebagai langkah antisipasi terhadap mobilisasi massa dari luar daerah.

Kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara aparat keamanan dan perguruan pencak silat agar peringatan malam 1 Sura dilaksanakan di wilayah masing-masing tanpa adanya konvoi atau perpindahan massa antar daerah.

Petugas di lapangan akan meminta para pesilat yang hendak menuju Madiun maupun memasuki wilayah Ponorogo untuk kembali ke daerah asalnya demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Menurut pihak kepolisian, pembatasan mobilitas tersebut bertujuan meminimalkan potensi gangguan keamanan yang dapat timbul akibat berkumpulnya massa dalam jumlah besar.

Sementara itu, di wilayah Ponorogo, kegiatan tirakatan dan doa bersama tetap berlangsung secara mandiri di masing-masing cabang, ranting, maupun rayon perguruan pencak silat dengan tetap mengedepankan ketertiban.

Pengamanan juga akan terus dilanjutkan hingga Selasa (16/6), terutama di kawasan Telaga Ngebel yang menjadi lokasi pelaksanaan tradisi Larung Sesaji, salah satu agenda budaya yang selalu menarik perhatian masyarakat dan wisatawan.

Melalui pengamanan terpadu tersebut, diharapkan seluruh rangkaian Grebeg Suro 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan menjadi momentum pelestarian budaya yang membawa manfaat bagi masyarakat Ponorogo.
(Red).

error: Content is protected !!