Terjebak di Jurang 375 Meter, Pendaki Ilegal Semeru Dievakuasi Tim SAR dengan Operasi Berisiko Tinggi

LUMAJANG || kolocokronews
– Upaya penyelamatan terhadap Cakra (18), pendaki ilegal yang terjatuh ke jurang sedalam sekitar 375 meter di kawasan Gunung Semeru, terus berlangsung hingga Jumat (5/6/2026) siang. Tim SAR gabungan harus menghadapi medan ekstrem untuk mengevakuasi korban yang mengalami cedera pada kaki kanan.

Dalam proses penyelamatan tersebut, tim menerapkan metode Slope Rescue, teknik evakuasi khusus yang digunakan di area tebing dan lereng curam. Sebelum proses pengangkatan dilakukan, petugas terlebih dahulu memberikan penanganan darurat dengan membidai bagian pergelangan kaki kanan korban yang diduga mengalami dislokasi agar kondisinya tidak semakin parah saat dipindahkan.

Operasi penyelamatan dimulai sejak Kamis (4/6/2026), ketika tim SAR berhasil menjangkau lokasi tempat korban berada. Sebelumnya, dua pendaki lain yang berada dalam rombongan tersebut telah lebih dulu berhasil dievakuasi dari area berbahaya.

Karena kondisi medan yang sangat terjal dan kedalaman jurang yang mencapai ratusan meter, proses evakuasi Cakra dilakukan secara bertahap. Korban ditarik perlahan dengan pengamanan ketat dari petugas yang berada di sisi kanan dan kiri jalur evakuasi. Setiap tahapan dilakukan bergantian dengan tingkat kehati-hatian tinggi guna menghindari risiko kecelakaan lanjutan.

Medan berbatu, lereng curam, serta kondisi alam pegunungan yang tidak bersahabat membuat proses penyelamatan berlangsung cukup sulit dan menguras tenaga tim gabungan. Selain fokus menyelamatkan korban, petugas juga harus memastikan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius mengenai bahaya pendakian melalui jalur ilegal di Gunung Semeru. Selain meningkatkan risiko kecelakaan fatal bagi pendaki, insiden semacam ini juga memaksa tim penyelamat menghadapi tantangan besar saat melakukan evakuasi di kawasan yang sulit dijangkau.

Yayasan Lingkar Amal Indonesia mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan dengan menggunakan jalur pendakian resmi yang telah ditetapkan oleh pengelola kawasan. Pendaki juga diminta mematuhi seluruh aturan yang berlaku, memperhatikan kondisi cuaca, serta selalu memantau status aktivitas gunung sebelum melakukan perjalanan.

Dengan masih berlangsungnya proses evakuasi hingga siang hari, seluruh pihak berharap operasi penyelamatan dapat berjalan lancar dan korban segera mendapatkan penanganan medis yang lebih optimal setelah berhasil dibawa keluar dari medan berbahaya.
(Red).

error: Content is protected !!