SMSI Malang Raya dan EJSC Bekali Siswa Jabung Keterampilan Content Creator, Fokus pada Storytelling Digital

5/5 - (1 vote)

Malang || kolocokronews
– Kemampuan menciptakan konten kreatif kini menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan di era digital. Menjawab tantangan tersebut, East Java Super Corridors (EJSC) Bakorwil Malang bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya menggelar pelatihan pembuatan konten bagi pelajar di SMK Sunan Kalijogo Jabung, Kabupaten Malang, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Sunan Kalijogo 3 itu diikuti 35 peserta yang terdiri dari pengelola media sekolah serta siswa SMK yang akan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada semester mendatang. Pelatihan menghadirkan Koordinator Bidang Teknologi dan Ekonomi Kreatif Serikat Media Siber Indonesia, Arvendo Mahardika, sebagai narasumber utama.

Kepala SMK Sunan Kalijogo Jabung, Muhammad Sahli, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berubah.

Ia menjelaskan, sejak berdiri pada 2013, sekolah yang berada di Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, terus melakukan berbagai penyesuaian, termasuk pengembangan program keahlian yang relevan dengan kebutuhan zaman. Karena itu, pelatihan mengenai konten digital dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini.

“Anak-anak perlu memahami tren yang berkembang dan memiliki keterampilan tambahan yang bisa menjadi bekal saat terjun ke dunia kerja maupun ketika menjalani PKL,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Advisor EJSC Malang, Andhi Prasetyo. Ia mengatakan program “EJSC Malang Goes to School” dirancang untuk memberikan wawasan praktis yang melengkapi materi pembelajaran di sekolah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga membuka pola pikir siswa terhadap peluang industri kreatif digital yang terus berkembang.

Selain itu, EJSC juga tengah mendorong lahirnya talenta-talenta muda dari wilayah Jabung yang nantinya dapat dilibatkan dalam berbagai program pemberdayaan UMKM, mulai dari pembuatan desain kemasan hingga produksi video promosi.

Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi bertajuk “Belajar Ngonten dengan Teknik Storytelling: Ketika Bercerita Bisa Jadi Karya”. Dalam pemaparannya, Arvendo menekankan bahwa kekuatan sebuah konten tidak hanya terletak pada visual yang menarik, tetapi juga pada cerita yang mampu membangun keterikatan dengan audiens.

Menurutnya, sebuah produk atau aktivitas akan lebih mudah diingat ketika dikemas melalui narasi yang kuat, menampilkan proses, tokoh, serta cerita di balik sebuah peristiwa.

Sebagai Pemimpin Redaksi AboutMalang.com, Arvendo juga memperkenalkan konsep storytelling mikro-sinematik berdurasi pendek yang terdiri dari tiga elemen utama, yakni pembuka yang menarik perhatian (hook), isi cerita (body), dan ajakan bertindak (call to action).

Tak berhenti pada teori, para peserta langsung diajak mempraktikkan ilmu yang diperoleh melalui pembuatan video pendek bertema Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan ditantang menghasilkan karya kreatif dengan pendekatan soft selling.

Melalui tugas tersebut, peserta belajar menampilkan keunggulan sekolah secara lebih natural, mulai dari fasilitas pendidikan, suasana belajar, hingga lingkungan sekolah yang nyaman dan mendukung pengembangan potensi siswa.

Pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Hasil karya para peserta kemudian dikurasi oleh penyelenggara untuk mendapatkan apresiasi, sekaligus menjadi motivasi agar siswa terus mengembangkan kemampuan di bidang content creation dan ekonomi kreatif digital.

Melalui kegiatan ini, EJSC Malang dan SMSI Malang Raya berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan konten kreatif yang bernilai, informatif, dan memiliki daya saing di era digital.
(Red).

error: Content is protected !!