PONOROGO || kolocokronews
– Kabupaten Ponorogo kembali bersiap menjadi pusat perhatian pecinta budaya dan wisata. Tradisi tahunan Grebeg Suro 2026 resmi digelar dengan menghadirkan rangkaian acara yang lebih semarak dan beragam untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah menyiapkan 29 agenda besar yang akan berlangsung mulai Mei hingga pertengahan Juli 2026. Seluruh kegiatan dirancang memadukan unsur budaya, religi, seni, olahraga, hingga ekonomi kreatif sebagai upaya memperkuat identitas Bumi Reog sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengungkapkan bahwa sejumlah kegiatan pembuka bahkan telah dimulai sejak bulan Mei dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
“Total ada 29 kegiatan dalam perayaan Grebeg Suro tahun ini. Sebagian rangkaian sudah dimulai sejak Mei lalu,” ujarnya.
Menurutnya, Grebeg Suro bukan sekadar perayaan pergantian tahun baru Islam, tetapi juga menjadi momentum penting untuk melestarikan budaya lokal, memperkenalkan kesenian Ponorogo kepada masyarakat luas, serta menggerakkan roda perekonomian melalui sektor pariwisata dan UMKM.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pelaksanaan Simaan Al-Qur’an dan Festival Pencak Silat “Jawara Bumi Warok Ponorogo” yang menjadi pembuka rangkaian acara. Ribuan warga turut memadati lokasi penyelenggaraan sebagai bentuk dukungan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kemeriahan semakin terasa dengan digelarnya Grebeg Bonsai Bumi Reog dan Pameran Bonsai “Samandiman” yang menghadirkan koleksi tanaman bernilai seni tinggi dari berbagai daerah.
Puncak pembukaan Grebeg Suro dijadwalkan berlangsung pada 6 Juni 2026 di panggung utama Alun-alun Ponorogo. Acara ini sekaligus menjadi awal pelaksanaan Festival Reog Remaja XXII dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI, dua agenda bergengsi yang selalu menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selama beberapa hari berikutnya, masyarakat akan disuguhi berbagai pertunjukan seni dan budaya, mulai dari Festival Macapat Pelajar, Festival Lukisan, Pagelaran Pusaka, hingga Vespakultural yang memadukan budaya dengan komunitas pecinta Vespa.
Tidak hanya itu, terdapat pula Parade Sepeda Onthel, ziarah ke makam para leluhur Ponorogo, lomba burung berkicau, Bedol Pusaka, serta Kirab Pusaka dan Pawai Lintas Sejarah yang menampilkan kekayaan tradisi dan perjalanan sejarah Kabupaten Ponorogo.
Salah satu agenda yang selalu dinantikan adalah Karnaval Keroncong Ponorogo 24 Jam, yang menghadirkan hiburan musik tanpa henti dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan.
Memasuki malam 1 Suro, suasana spiritual akan terasa melalui pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dilanjutkan dengan Laku Tirakatan dari empat penjuru kota menuju Pendopo Agung Ponorogo sebagai simbol doa dan refleksi menyambut tahun baru Islam.
Pada 16 Juni 2026, tradisi Larungan Telaga Ngebel kembali digelar sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat atas limpahan rezeki sekaligus doa agar diberikan keselamatan dan kesejahteraan. Ritual budaya ini menjadi salah satu ikon wisata Ponorogo yang selalu dipadati pengunjung.
Rangkaian Grebeg Suro juga diramaikan dengan berbagai ajang olahraga dan wisata petualangan seperti Mataraman Grebeg Suro Rockfest, Adventure Offroad VII Nasional, Jatim Racing Series Kejurprov, hingga Adventure Trail yang melintasi jalur alam khas Ponorogo.
Perayaan kemudian ditutup melalui kegiatan Grebeg Tutup Suran di Kecamatan Kauman dan Simaan Moloekatan di Kompleks Makam Masjid Batoro Katong pada pertengahan Juli 2026.
Jadwal Lengkap Grebeg Suro Ponorogo 2026
Simaan Al-Qur’an Rabu Pahing (19–20 Mei) – Pendopo Agung Ponorogo.
Festival Pencak Silat “Jawara Bumi Warok” (30 Mei) – Depan Paseban Alun-alun.
Istighotsah dan Dzikir Jamaah Al-Hikmah (1 Juni) – Pendopo Agung.
Grebeg Bonsai Bumi Reog (3–9 Juni) – Halaman Pendopo Agung.
Pameran Bonsai Samandiman (3–9 Juni) – Area Patung Macan Alun-alun.
Pembukaan Grebeg Suro, Festival Reog Remaja XXII dan FNRP XXXI (6 Juni) – Panggung Utama Alun-alun.
Lomba Burung Perkutut Grebeg Suro Cup (7 Juni).
Festival Reog Remaja XXII (7–10 Juni).
Festival Macapat Pelajar (9–10 Juni).
Festival Lukisan (10–15 Juni).
Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI (11–14 Juni).
Pagelaran Pusaka (12–15 Juni).
Vespakultural (13 Juni).
Parade Sepeda Onthel (13–14 Juni).
Ziarah Makam Leluhur Ponorogo (14 Juni).
Lomba dan Pameran Burung Berkicau (14 Juni).
Bedol Pusaka dan Macapat (14 Juni).
Karnaval Keroncong Ponorogo 24 Jam (15 Juni).
Kirab Pusaka, Pawai Lintas Sejarah dan Jamasan (15 Juni).
Penutupan Festival serta Pengumuman Juara Reog (15 Juni).
Wayang Kulit Malam 1 Suro (15 Juni).
Laku Tirakatan (15 Juni).
Larungan Telaga Ngebel (16 Juni).
Mataraman #2 Grebeg Suro Rockfest (20–21 Juni).
Grebeg Suro Adventure Offroad VII Nasional (25–28 Juni).
Grebeg Suro Jatim Racing Series Kejurprov (27–28 Juni).
Grebeg Suro Adventure Trail (5 Juli).
Grebeg Tutup Suran (8 Juli hingga selesai).
Simaan Moloekatan (13 Juli) di Kompleks Makam Masjid Batoro Katong.
Dengan puluhan agenda yang tersebar di berbagai lokasi, Grebeg Suro 2026 diproyeksikan menjadi salah satu kalender wisata budaya terbesar di Jawa Timur. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk memperhatikan jadwal kegiatan serta rekayasa lalu lintas yang diberlakukan selama festival berlangsung agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Perayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta pelaku UMKM yang ikut meramaikan setiap rangkaian kegiatan di Bumi Reog.
(Red).
