Ratusan Perceraian di Gresik Dipicu Masalah Ekonomi, Dugaan Judi Online Jadi Salah Satu Pemicunya

5/5 - (1 vote)

Gresik || kolocokronews
Selasa (16/6/2026) – Persoalan ekonomi masih menjadi penyebab utama tingginya angka perceraian di Kabupaten Gresik. Di balik masalah tersebut, kebiasaan bermain judi online diduga menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi keuangan keluarga hingga berujung pada perpisahan.

Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Gresik, sejak Januari hingga 12 Juni 2026 tercatat sebanyak 793 perkara perceraian telah didaftarkan. Dari jumlah itu, 411 perkara dipicu oleh persoalan ekonomi yang membelit rumah tangga.

Pihak PA Gresik mengungkapkan, sebagian besar perkara yang berkaitan dengan faktor ekonomi diduga memiliki keterkaitan dengan kebiasaan salah satu pasangan bermain judi online. Aktivitas tersebut membuat penghasilan keluarga tidak digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, melainkan habis untuk berjudi.

Akibatnya, berbagai kebutuhan penting seperti biaya hidup sehari-hari, pendidikan anak, hingga kewajiban finansial lainnya menjadi terabaikan. Kondisi ini memicu pertengkaran berkepanjangan, munculnya utang, dan tekanan ekonomi yang akhirnya mendorong pasangan memilih jalan perceraian.

Fenomena tersebut ternyata tidak hanya terjadi pada keluarga dengan kondisi ekonomi lemah. Pengadilan Agama Gresik mencatat, sejumlah pelaku judi online yang menjadi pemicu konflik rumah tangga juga berasal dari kalangan yang memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan yang cukup.

Mayoritas pasangan yang mengajukan gugatan cerai berada pada usia produktif, yakni antara 20 hingga 40 tahun. Sebagian besar dari mereka bahkan belum genap menjalani usia pernikahan selama 10 tahun.

Selain persoalan ekonomi, Pengadilan Agama Gresik juga menangani perkara perceraian yang dipicu oleh perselisihan berkepanjangan, perzinahan, hingga kekerasan dalam rumah tangga.

Meningkatnya kasus ini menjadi peringatan bahwa dampak judi online tidak hanya menggerus kondisi finansial keluarga, tetapi juga berpotensi menghancurkan keharmonisan rumah tangga dan masa depan anggota keluarga yang terdampak.
(Red).

error: Content is protected !!