Jakarta || kolocokronews
Selasa (16/6/2026) – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan subsidi bagi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global yang berdampak pada harga energi internasional.
Dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI pada Senin sore (15/6/2026), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk mengurangi besaran subsidi maupun menaikkan harga BBM dan LPG bersubsidi yang digunakan masyarakat.
Menurut Bahlil, meskipun harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan akibat dinamika di kawasan Timur Tengah, pemerintah tetap berupaya menjaga daya beli masyarakat dengan mempertahankan kebijakan subsidi energi.
Pemerintah saat ini memberikan subsidi untuk sekitar 8 juta ton LPG setiap tahunnya. Kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan akan mendorong peningkatan anggaran subsidi yang sebelumnya berada di kisaran Rp80 triliun hingga Rp87 triliun per tahun.
“Berapa pun kenaikan harga yang terjadi, pemerintah berkomitmen untuk tidak membebani masyarakat pengguna LPG bersubsidi. Subsidi akan tetap diberikan,” tegas Bahlil dalam rapat tersebut.
Sementara itu, untuk BBM non-subsidi, pemerintah menjelaskan bahwa penetapan harganya tetap mengikuti mekanisme pasar dan dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak dunia. Dengan demikian, fluktuasi harga global masih akan berdampak pada penyesuaian harga BBM non-subsidi.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah gejolak pasar energi global, sekaligus memastikan kelompok yang berhak tetap mendapatkan akses terhadap energi bersubsidi tanpa tambahan beban biaya.
(Red).
