Empat Pemuda Jadi Korban Pengeroyokan di Jalan Raya Jimbe, Polisi Kejar Pelaku Pembacokan

5/5 - (1 vote)

Blitar || kolocokronews
– Aksi kekerasan yang diduga melibatkan sekelompok pemuda kembali terjadi di Kabupaten Blitar. Insiden pengeroyokan disertai pembacokan di Jalan Raya Jimbe, Kecamatan Kademangan, Minggu (7/6/2026) dini hari, mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis.

Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, membenarkan adanya peristiwa tersebut saat dikonfirmasi pada Senin (8/6/2026). Menurutnya, kejadian berlangsung sekitar pukul 00.30 WIB dan diduga melibatkan dua kelompok pemuda yang sebelumnya terlibat perselisihan.

Peristiwa bermula ketika kedua kelompok bertemu di kawasan Jalan Raya Jimbe hingga memicu ketegangan. Di tengah situasi tersebut, seorang korban berinisial DR (26) bersama beberapa rekannya mendatangi lokasi untuk memastikan informasi mengenai adanya keributan.

Namun setibanya di lokasi, mereka justru diduga menjadi sasaran serangan dari sekelompok orang yang datang dari arah selatan. Para pelaku disebut melempari korban dengan batu sebelum terjadi aksi kekerasan yang menyebabkan sejumlah korban mengalami luka.

DR mengalami luka pada bagian pelipis kiri serta lecet di tangan kiri. Sementara itu, WI (24), warga Tulungagung, mengalami luka di pelipis kanan. Korban lainnya, MR (24), menderita luka bacok pada bagian leher dan tangan kanan, sedangkan AS (17) mengalami luka bacok di bagian punggung dan lengan kiri.

Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar untuk mendapatkan penanganan medis sekaligus menjalani visum sebagai bagian dari proses penyidikan.

Pasca-kejadian, aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari para korban. Selain itu, sebanyak 23 orang saksi dari salah satu kelompok pemuda yang diduga terkait dalam peristiwa tersebut juga telah dimintai keterangan.

Hingga kini, Satreskrim Polres Blitar masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan tersebut. Polisi juga masih mengumpulkan alat bukti serta keterangan tambahan guna mengusut tuntas kasus yang sempat meresahkan masyarakat.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan dengan memeriksa saksi-saksi lain. Mohon waktu untuk proses penanganannya,” ujar Aiptu Muheni.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas wilayah dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum agar proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
(Red).

error: Content is protected !!