BLITAR || kolocokronews
– Penemuan mayat pria tanpa identitas di bawah Jembatan Nguri, wilayah Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, diduga kuat merupakan korban hanyut yang dilaporkan hilang dua hari sebelumnya di Sungai Brantas wilayah Kanigoro.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengatakan jasad laki-laki yang ditemukan pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB itu memiliki ciri-ciri yang mirip dengan Isnani, warga Kecamatan Kesamben yang sebelumnya dilaporkan hanyut.
“Informasi sementara dari pihak keluarga, berdasarkan ciri fisik dan visual diduga kuat korban adalah Isnani,” ujar Wahyudi.
Namun demikian, pihaknya masih menunggu proses identifikasi lebih lanjut untuk memastikan identitas korban. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Srengat agar pihak keluarga dapat melakukan pengecekan secara langsung.
Menurut Wahyudi, kondisi jenazah yang sudah membengkak membuat proses identifikasi menjadi cukup sulit dilakukan.
Sebelumnya, Kapolsek Lodoyo Barat, AKP Suhartono, membenarkan adanya laporan penemuan mayat yang sempat terlihat terbawa arus sungai di sekitar bawah Jembatan Kademangan sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat petugas tiba di lokasi, posisi jasad berada di sisi utara aliran Sungai Brantas, sedangkan petugas berada di sisi selatan. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi tidak dapat langsung dilakukan karena medan dan jarak yang cukup jauh.
Petugas kemudian melakukan penyisiran ke arah barat hingga akhirnya mayat ditemukan di area bawah Jembatan Nguri, Desa Selokajang, Kecamatan Srengat.
Sebelumnya diberitakan, Isnani, warga Kesamben, dilaporkan hilang diduga hanyut di Sungai Brantas saat proses flushing PLTA Jegu atau Wlingi Raya berlangsung pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Saat itu banyak warga berada di sekitar aliran sungai untuk mengambil ikan yang terdampar akibat proses flushing. Diduga korban terseret arus deras hingga akhirnya hilang terbawa aliran sungai.
(Red).
