KEDIRI || kolocokronews
– Gelaran Turnamen Catur Terbuka PWI Cup V kembali menjadi ajang bergengsi bagi para pecatur Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Raden Soewandi SMA Taruna 5 Brawijaya Kota Kediri pada Minggu (30/11) itu mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, atau yang akrab disapa Mbak Wali.
Dalam sambutannya, Mbak Wali menilai turnamen tahunan yang digagas PWI Kediri Raya tersebut bukan sekadar kompetisi rutin, melainkan wadah penting untuk memupuk potensi atlet catur lokal.
“Turnamen ini bukan hanya menjadi tempat bertanding, tetapi juga ruang untuk menemukan bibit unggul yang kelak mengharumkan nama Kota Kediri,” ujarnya, Selasa (02/12/2025).
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kediri untuk terus mendukung kegiatan olahraga yang berorientasi pada prestasi. Ajang seperti PWI Cup dinilai mampu mendorong lahirnya atlet muda dengan kemampuan taktis dan pengalaman bertanding lebih matang.
Mbak Wali juga berharap kompetisi yang secara konsisten digelar PWI ini dapat berkembang lebih besar setiap tahunnya. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, komunitas olahraga, dan insan media akan memperkuat ekosistem pembinaan atlet di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi PWI yang terus konsisten menghadirkan turnamen ini dan ikut berperan besar dalam peningkatan prestasi atlet daerah,” tambahnya.
Ketua Percasi Kota Kediri, Syamsul Bahri, turut menyoroti perkembangan catur di Kota Tahu yang semakin menunjukkan tren positif. Berbagai prestasi berhasil diraih dalam beberapa gelaran Porprov.
“Kota Kediri saat ini berada di posisi tiga besar Jawa Timur. Dari 2021 hingga 2025, prestasi kami selalu meningkat. Pada Porprov 2025, kami membawa pulang enam medali—terdiri dari satu emas, dua perak, dan tiga perunggu,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pecatur muda asal Kediri juga berhasil tembus level internasional dengan mewakili Indonesia di Asian Youth Chess Championship di Bangkok, Thailand, yang diikuti peserta dari 33 negara.
Syamsul menyebut keberhasilan itu tidak lepas dari banyaknya kompetisi lokal yang rutin digelar, seperti Wali Kota Cup, Kejari Cup, dan PWI Cup. Ketiga ajang tersebut memberikan jam terbang yang sangat penting bagi para pecatur muda.
Turnamen PWI Cup V tahun ini diikuti 129 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, bahkan dari luar provinsi. Mereka bertanding di beberapa kategori usia, mulai KU-12, KU-16, hingga kategori umum.
Ketua Panitia, Misono, menyampaikan bahwa peserta terbanyak berasal dari Karesidenan Kediri, disusul pecatur dari Surabaya dan Sidoarjo. Bahkan ada peserta yang menempuh perjalanan jauh dari Surakarta.
Menurut Misono, tingginya minat peserta menjadi bukti bahwa dunia catur masih memiliki tempat khusus di hati masyarakat.
“Turnamen ini kami selenggarakan sebagai bentuk kontribusi insan media untuk memajukan olahraga catur di Kota Kediri. Selain memperebutkan gelar juara, kami ingin memberikan ruang bagi talenta baru untuk berkembang,” tegasnya.
(Red).
