Tragis di Bangkalan, Pria Tewas Dibacok Kakak Iparnya Sendiri, Polisi Buru Pelaku

3/5 - (1 vote)

Bangkalan || kolocokronews
– Aparat Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangkalan masih melakukan pengejaran terhadap seorang pria berinisial JL (50) yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terhadap adik iparnya sendiri, SF (40), di Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Peristiwa berdarah yang terjadi pada Rabu (3/6/2026) malam itu menggegerkan warga setempat. Korban mengalami luka bacok serius akibat sabetan senjata tajam jenis celurit dan meninggal dunia setelah kejadian. Sementara pelaku langsung melarikan diri dan hingga kini keberadaannya masih belum diketahui.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, mengatakan pihaknya terus memburu terduga pelaku. Sejumlah keterangan saksi dan keluarga korban telah dikumpulkan untuk mempercepat proses pencarian.

“Pelaku masih dalam proses pencarian. Dari informasi yang kami peroleh, antara pelaku dan korban memang beberapa kali terlibat perselisihan sebelumnya,” ujar Hafid, Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, konflik antara korban dan pelaku diduga berawal dari persoalan kandang ayam. Meski terlihat sepele, permasalahan tersebut disebut telah memicu ketegangan di antara keduanya.

Seorang kerabat keluarga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa korban dan pelaku selama ini tinggal dalam satu rumah. Namun, JL diketahui lebih sering bekerja di Surabaya dan hanya sesekali pulang ke Bangkalan.

“Dugaan sementara memang karena masalah kandang ayam. Sebelumnya juga sempat ada perselisihan,” ujarnya.

Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan hasil penyelidikan awal. Menurutnya, pelaku baru tiba dari Surabaya sekitar pukul 19.30 WIB sebelum akhirnya bertemu dengan korban di halaman rumah.

“Pelaku sempat berjabat tangan dengan korban. Namun tidak lama kemudian, pelaku mengeluarkan celurit dan mengayunkannya ke arah korban hingga mengenai bagian perut,” kata Agung.

Korban yang mengalami luka parah langsung tersungkur bersimbah darah. Warga dan keluarga berupaya memberikan pertolongan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Setelah melakukan penyerangan, pelaku segera meninggalkan lokasi kejadian dan melarikan diri. Polisi kini terus melakukan pengejaran serta mendalami motif pasti di balik aksi tersebut.

“Kami masih melakukan pencarian terhadap pelaku dan mengembangkan penyelidikan lebih lanjut,” tambah Agung.

Kasus ini menjadi perhatian warga sekitar karena melibatkan hubungan keluarga dekat. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera melaporkan kepada pihak berwenang guna mempercepat proses penegakan hukum.
(Red)

error: Content is protected !!