Headline

Korban Bencana Sumatera Terus Bertambah, BNPB Catat 631 Jiwa Meninggal dan Ratusan Masih Hilang

JAKARTA || kolocokronews
— Duka mendalam masih menyelimuti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara setelah banjir bandang serta tanah longsor menerjang sejak akhir November. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data korban hingga Selasa (2/12/2025) pukul 11.00 WIB, dan jumlahnya terus bertambah.

Melalui dashboard resmi penanganan darurat banjir dan longsor 2025, BNPB mencatat 631 warga meninggal dunia. Dari jumlah itu, Aceh melaporkan 173 korban, Sumatera Barat 165 korban, dan Sumatera Utara mencatat angka tertinggi yakni 293 korban jiwa.

Tidak hanya itu, 472 orang masih dinyatakan hilang. Rinciannya, Aceh 204 orang, Sumatera Barat 114 orang, dan Sumatera Utara 153 orang yang hingga kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Jumlah korban luka juga sangat besar. Total 2.600 warga mengalami luka-luka, dengan distribusi 1.800 di Aceh, 112 di Sumatera Barat, dan 614 di Sumatera Utara. Banyak dari mereka harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan yang bekerja penuh untuk menangani lonjakan pasien.

Bencana besar ini juga memaksa sedikitnya 1 juta warga mengungsi ke berbagai lokasi aman. Pemerintah daerah, TNI–Polri, serta relawan telah membuka posko-posko yang terus dipadati warga yang kehilangan tempat tinggal.

Kerusakan fisik pun tidak kalah masif. BNPB mencatat 3.500 rumah rusak berat, 2.000 rusak sedang, dan 3.500 lainnya rusak ringan. Selain itu, 277 jembatan roboh atau rusak serta 322 fasilitas pendidikan tidak dapat digunakan, sehingga akses dan proses belajar mengajar lumpuh total di sejumlah kawasan.

Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana (Pusdatinkom) BNPB menjelaskan bahwa proses pendataan masih berlangsung. Kondisi geografis yang sulit dijangkau, ditambah cuaca ekstrem, menghambat tim untuk mencapai titik-titik terisolasi.

Sementara itu, tim SAR gabungan masih berjibaku mencari korban hilang sekaligus mengevakuasi penyintas. Pemerintah pusat dan daerah terus menyalurkan logistik, perlengkapan darurat, serta kebutuhan pokok untuk para pengungsi.

BNPB menegaskan, angka korban maupun kerusakan bisa terus berubah seiring pendataan dan proses pencarian di lapangan yang masih berlangsung.
(Red).

error: Content is protected !!