MOJOKERTO || kolocokronews
– Hujan deras yang mengguyur wilayah Jetis, Kabupaten Mojokerto, Selasa (2/12/2025) sore, berujung tragedi memilukan. Seorang bocah perempuan berusia delapan tahun berinisial BSK meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Raya Desa Mlirip. Korban tewas seketika setelah terpental ke lajur berlawanan dan terlindas truk tangki.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.40 WIB dan melibatkan tiga kendaraan: sepeda motor Honda Beat, mobil Grandmax blind van, dan truk Hino. Motor tersebut dikendarai ILJ (18), yang membonceng dua adiknya, BSK dan EWFP (6).
Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota, AKP Galih Yasir Mubaroq, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika motor melaju dari arah barat dengan kecepatan sedang. Sesampainya di lokasi, pengendara berusaha menyalip Grandmax dari sisi kanan.
“Ketika mendahului, pengendara melihat ada truk Hino dari arah berlawanan. Karena kaget, ia melakukan pengereman mendadak,” ujar Galih.
Sayangnya, kondisi jalan yang licin akibat hujan membuat motor tak stabil. Kendaraan itu oleng dan terjatuh ke sisi kiri jalan. Dalam hitungan detik, salah satu penumpang—BSK—terpental ke jalur berlawanan dan masuk ke kolong truk yang sedang melaju.
BSK mengalami luka serius pada bagian kepala. Meski sempat dilarikan ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, nyawanya tak tertolong. Sementara EWFP, sang adik, mengalami patah pada tangan kiri dan kini menjalani perawatan. Pengemudi Grandmax, TAP (27), juga mengalami luka pada tangan akibat benturan.
AKP Galih menegaskan pentingnya kewaspadaan ekstra selama musim hujan yang rawan memicu kecelakaan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan, menjaga jarak aman, dan tidak memaksakan diri mendahului jika pandangan terbatas atau ruang tidak memungkinkan. Utamakan keselamatan,” tegasnya.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan kronologi lengkap kecelakaan yang merenggut nyawa bocah tak berdosa tersebut.
(Red).
