MALANG || KOLOCOKRONEWS
– Kesiapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Malang memasuki tahap penting. Tim verifikasi dan validasi dari Mabes TNI melakukan peninjauan terhadap 12 koperasi di empat kecamatan, Selasa (20/10/2026), untuk memastikan kesiapan sarana, pengelola, hingga kebutuhan operasional sebelum melayani masyarakat.
Peninjauan tersebut menyasar KDKMP di Kecamatan Tajinan, Tumpang, Jabung, dan Poncokusumo. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan sejumlah koperasi telah memiliki bangunan, sumber daya manusia, manajer, serta sarana dan prasarana pendukung. Namun, ketersediaan barang untuk menunjang kegiatan usaha masih menjadi salah satu hal yang perlu dituntaskan.
Tim dipimpin Brigjen TNI Riksawan Ardhianto, S.I.P., selaku Asren Pangkohanudnas, bersama Laksma TNI Ari Widyatmoko, S.T., CRMP, M.Tr.Opsla., Staf Khusus Kasal, serta Kolonel Laut (Kh) Burhan, Drs., M.Pd. Kegiatan ini merupakan bagian dari penugasan Tim 174 Mabes TNI yang melaksanakan verifikasi dan validasi di 41 titik KDKMP.
Dalam keterangannya kepada awak media, Brigjen TNI Riksawan Ardhianto menegaskan bahwa verifikasi tidak hanya bertujuan memeriksa keberadaan bangunan koperasi, tetapi juga memastikan kesiapan setiap unit untuk menjalankan fungsi ekonominya.
Menurutnya, KDKMP diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat, termasuk distribusi barang bersubsidi. Selain itu, koperasi diharapkan mampu membuka akses pemasaran bagi hasil produksi warga desa sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat.
“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan keyakinan terhadap kesiapan operasional KDKMP yang berada di desa dan kelurahan, sehingga nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.
Ia mengapresiasi perkembangan kesiapan koperasi yang telah dikunjungi. Berdasarkan hasil peninjauan, sejumlah aspek mendasar dinilai telah tersedia, mulai dari bangunan hingga personel yang akan mengelola kegiatan usaha.
Meski demikian, kesiapan tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pemenuhan barang dan kebutuhan operasional lainnya agar koperasi dapat segera menjalankan aktivitasnya.
“Dari segi bangunan sudah bagus, sumber daya manusianya sudah terlengkapi, manajer dan personel sudah ada, serta prasarana juga siap. Tinggal menunggu barang-barang tersedia sehingga koperasi bisa segera dioperasionalkan dan dimanfaatkan masyarakat,” ungkapnya.
Terkait waktu peluncuran operasional, ia menjelaskan bahwa pelaksanaannya masih menunggu terpenuhinya kebutuhan masing-masing koperasi. Peluncuran direncanakan berlangsung secara serentak setelah seluruh persyaratan dan kelengkapan operasional dipenuhi.
Optimisme menyambut operasional KDKMP juga terlihat di Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang. Pengelola koperasi setempat menyebut tingkat kesiapan saat ini telah mencapai sekitar 95 persen.
Sebagian besar persiapan dinilai telah rampung. Tahap yang masih dinantikan adalah ketersediaan barang bersubsidi serta tindak lanjut dari Agrinas untuk melengkapi kebutuhan usaha koperasi.
“Untuk kesiapan Koperasi Merah Putih di sini sudah 95 persen. Tinggal menunggu barang-barang bersubsidi dan tindak lanjut dari Agrinas agar bisa mencapai 100 persen,” terangnya.
Kepala Desa Pandanajeng, Muhammad Edy Mansyur, turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim Mabes TNI. Ia menyambut baik proses verifikasi tersebut sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan koperasi sebelum beroperasi dan memberikan manfaat bagi warga.
Dukungan juga ditunjukkan pemerintah desa lain yang menjadi lokasi peninjauan. Sinergi antara tim verifikasi, unsur kecamatan, dan pemerintah desa diharapkan membantu memperlancar proses persiapan hingga koperasi benar-benar siap melayani kebutuhan masyarakat.
Sebanyak 12 KDKMP menjadi sasaran verifikasi dan validasi dalam kegiatan tersebut.
Di Kecamatan Tajinan, tim mengunjungi KDKMP Desa Gunungronggo dan Gunungsari. Di Kecamatan Tumpang, peninjauan dilakukan di Desa Ngingit, Pandanajeng, Slamet, dan Wringinsongo.
Sementara di Kecamatan Jabung, lokasi yang dikunjungi meliputi KDKMP Desa Sukopuro, Slamparejo, dan Sukolilo. Adapun di Kecamatan Poncokusumo, verifikasi mencakup Desa Karanganyar, Karangnongko, dan Pandansari.
Kegiatan di masing-masing wilayah turut didampingi unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) bersama perangkat pemerintah desa. Di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kepala Desa Ahmad Zainul Abidin, S.Ag., bersama manajer KDKMP setempat juga mendukung pelaksanaan peninjauan.
Pemeriksaan di berbagai desa tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa pembangunan KDKMP diikuti kesiapan pengelolaan dan keberlanjutan kegiatan usaha.
Hasil verifikasi ini menjadi gambaran bahwa kesiapan KDKMP tidak cukup hanya ditandai dengan selesainya pembangunan fisik. Ketersediaan barang, kesiapan pengelola, serta kelengkapan kebutuhan operasional menjadi faktor penting agar koperasi dapat berfungsi secara optimal.
Jika seluruh tahapan tersebut terpenuhi, KDKMP diharapkan segera menjalankan perannya sebagai penggerak ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Selain mendukung distribusi kebutuhan masyarakat, keberadaan koperasi juga diharapkan membuka peluang penyerapan hasil produksi lokal, memperluas aktivitas ekonomi warga, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang.
Dengan demikian, tindak lanjut setelah verifikasi menjadi kunci agar kesiapan yang telah dibangun dapat segera diwujudkan menjadi layanan dan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Red).
