JAKARTA || KOLOCOKRONEWS
– Komjen Pol Dedi Prasetyo resmi meninggalkan jabatan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) setelah dipercaya Presiden Prabowo Subianto memimpin Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).
Dedi dilantik sebagai Kepala BRAN di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 105/P Tahun 2026 yang ditetapkan sehari sebelumnya.
Penunjukan tersebut membawa Dedi ke lembaga baru yang memiliki mandat berkaitan dengan agenda reforma agraria nasional. Di tengah peralihan tugas itu, pekerjaan pertama yang kini menjadi perhatian adalah membangun organisasi BRAN agar dapat segera menjalankan tugasnya.
Usai pelantikan, Dedi mengatakan dirinya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk menentukan pejabat yang nantinya mengisi struktur BRAN.
“Saya harus komunikasi dengan Mensesneg, komunikasi dengan KemenpanRB untuk melakukan asesmen siapa-siapa pejabat-pejabat yang nanti di bawah saya akan mengawaki badan ini,” ujar Dedi.
Struktur yang disiapkan terdiri atas dua wakil kepala, satu sekretaris utama dan empat deputi. Setelah jajaran terbentuk, Dedi akan menyusun rencana kegiatan hingga akhir 2026 sekaligus menyiapkan program kerja untuk 2027 sesuai arah kebijakan pemerintah.
Selain membangun kelembagaan, BRAN juga dihadapkan pada persoalan agraria yang telah berlangsung di berbagai daerah. Konflik pertanahan dapat berkaitan dengan penguasaan dan kepemilikan tanah, perizinan maupun kepentingan masyarakat.
Wakil Ketua Komisi II DPR Agun Gunandjar meminta BRAN segera melakukan inventarisasi konflik pertanahan dan menyusun skala prioritas, khususnya konflik yang berkaitan langsung dengan penguasaan atau kepentingan rakyat.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa pembentukan BRAN tidak hanya berkaitan dengan penyusunan struktur kelembagaan, tetapi juga dengan pekerjaan substantif menyangkut persoalan tanah di berbagai wilayah.
Dedi sendiri sebelumnya memiliki pengalaman panjang di institusi kepolisian. Sebelum menjadi Wakapolri, ia pernah menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Umum Polri dan Kepala Divisi Humas Polri.
Peralihan tugas tersebut berlangsung bersamaan dengan pergantian pimpinan Polri. Pada hari yang sama, Presiden Prabowo melantik Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komjen Pol Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri.
Dalam rangkaian agenda di Istana Negara, Dedi juga menerima Bintang Mahaputera Adipradana sebagai tanda kehormatan atas jasa dan pengabdiannya.
Kini, tugas Dedi bergeser dari lingkup kepolisian ke agenda reforma agraria. Tahap awal yang dihadapinya adalah membentuk organisasi BRAN, menyusun jajaran, serta menerjemahkan mandat lembaga baru tersebut ke dalam program kerja yang akan berjalan mulai 2026 hingga 2027.
(Red)
