Malang | kolocokronews
Sabtu, 6 Desember 2025 — Komitmen Pasukan 08 DPD Jawa Timur dalam memperkuat kapasitas digital dan menjaga keberlanjutan seni budaya kembali ditegaskan melalui rapat koordinasi yang digelar di Kantor Cyber Digital Pasukan 08 Jatim, Jl. Simpang Ikan Mas Tunjung Sekar, Lowokwaru, Kota Malang.
Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB itu dipimpin langsung Ketua Pasukan 08 DPD Jawa Timur, Tri Widiarko, S.H., M.H. Turut mendampingi, Bendahara DPD Ustad Imam Hidayat, S.E., M.M. Sejumlah pengurus dari berbagai bidang hadir lengkap, menciptakan suasana rapat yang serius namun tetap hangat.
Penguatan Cyber Digital: Teknologi untuk Semua Golongan
Sorotan utama rapat diberikan pada arah pengembangan Cyber Digital Pasukan 08 Jatim. Ketua Cyber Digital, Heri Cahyono, S.E., M.M., CRP, memaparkan strategi terbaru yang tengah disiapkan bersama tim. Ia didampingi anggota Cyber Digital, Devi Kurniawan.
Dalam pemaparannya, Heri menekankan pentingnya teknologi yang inklusif.
“Kami ingin teknologi digital benar-benar mudah diakses oleh seluruh masyarakat, baik kalangan bawah, menengah, maupun atas. Semua harus mampu bertransaksi online dan memanfaatkan internet dengan nyaman,” ujarnya.
Tak hanya itu, Heri juga membuka rencana pengembangan aplikasi inovatif yang akan lebih ramah pengguna dan mendukung program pemerintah jangka panjang.
Materi tersebut disimak langsung oleh Ketua Pasukan 08 DPW Kota Malang Sudarmanto, S.E., serta tim penguji Cyber Digital Kota Malang Andry Widjayanti, S.AB. Badan Pengawas acara dari Bahu Prabowo, Yulianto, S.H., M.H., turut melakukan evaluasi dan memberikan catatan penting.
Pelestarian Seni Budaya: Mengangkat Marwah Jawa Timur dan NKRI
Selain bidang digital, sektor seni budaya menjadi pembahasan yang tidak kalah penting. Ketua Seni Budaya Pasukan 08 DPD Jatim, KRT Bayu Kusumo, S.S., C.MT, menegaskan bahwa budaya adalah pilar identitas bangsa yang tak boleh ditinggalkan.
“Kebudayaan harus diberi ruang untuk tumbuh. Kita ingin memperluas ruang apresiasi, meningkatkan kualitas SDM, dan memperkuat pelestarian budaya Jawa Timur sebagai penjaga marwah NKRI,” jelas Bayu.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah menjadi agenda wajib demi memastikan seni budaya tetap hidup dan dihormati di tengah derasnya arus modernisasi.
Diskusi Interaktif
Sesi tanya jawab berjalan dinamis. Peserta aktif menyampaikan pandangan mengenai tantangan literasi digital hingga pentingnya regenerasi pelestari budaya.
Badan Pengawas acara, Yulianto, mengapresiasi kegiatan ini.
“Ini bukan hanya bermanfaat bagi internal Pasukan 08, tetapi juga berdampak bagi masyarakat luas. Literasi digital sangat penting di era serba canggih. Begitu pula seni budaya, para pemuda harus semakin peduli dan melestarikannya,” ungkapnya kepada tim redaksi
Seluruh kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh keakraban. Rapat ditutup dengan doa yang dipimpin Ustad Imam Hidayat, S.E., M.M., sebagai penutup serta harapan agar seluruh program yang dirumuskan dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur.
(Red).
