Cilacap || kolocokronews
— Selasa, 25 November 2025
Setelah berlangsung intensif selama sepuluh hari, operasi pencarian korban longsor di Desa Cibenying, Kecamatan Cimanggu, resmi ditutup. Keputusan ini diumumkan dalam upacara sederhana namun penuh keharuan di lokasi bencana, dihadiri keluarga korban, relawan, serta jajaran pemerintah daerah.
Tim SAR gabungan menggelar doa bersama dan prosesi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi seluruh korban. Suasana syahdu menyelimuti lokasi ketika para petugas berdiri berjejer di sepanjang area longsor, menandai berakhirnya operasi yang dilakukan siang dan malam menghadapi medan berat dan cuaca yang tak bersahabat.
Hingga penutupan, dua remaja putri—Maisaroh Salsabila (14) dan Fanny Hayati (12)—belum berhasil ditemukan. Keduanya diyakini tertimbun di titik workside B1, area terdalam dan paling berisiko bagi petugas. Selama operasi, tim SAR sempat berupaya menembus kedalaman material longsor, namun kondisi tanah yang membahayakan memaksa pencarian dihentikan.
Meski duka mendalam masih terasa, pihak keluarga menyampaikan keikhlasan mereka setelah menyaksikan sendiri bagaimana upaya maksimal dilakukan oleh tim SAR.
“Kami sudah melihat kerja keras semua pihak. Kami ikhlas, semoga anak-anak kami tenang di sisi-Nya,” ujar salah satu anggota keluarga dengan suara bergetar.
Sebelum operasi ditutup, tim SAR menemukan seorang balita, Fatin Ayur Rengganis (3), pada hari kesembilan pencarian. Balita itu ditemukan tertimbun di kedalaman 8 meter dan terseret longsor sejauh 70 meter. Penemuan ini menambah total korban yang berhasil dievakuasi menjadi 21 orang.
Kepala Operasi SAR M. Abdullah menjelaskan bahwa penghentian pencarian dilakukan setelah evaluasi mendalam mempertimbangkan keselamatan personel dan kondisi lapangan yang sangat labil. Meski demikian, pemantauan lanjutan tetap dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor susulan maupun temuan baru jika kondisi memungkinkan.
“Semua unsur sudah bekerja dengan kapasitas penuh. Kami menghormati keputusan keluarga yang telah ikhlas menerima hasil akhir operasi ini,” ucapnya.
Penutupan operasi ini meninggalkan duka yang mendalam bagi warga Cilacap, namun juga menjadi pengingat penting tentang ancaman longsor di musim penghujan dan pentingnya kesiapsiagaan bersama.
(Red).
