KOTA BATU || kolocokronews
– Tradisi budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Songgoriti kembali hadir menyambut datangnya Bulan Suro. Gelaran Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo XVIII dijadwalkan berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026, bertepatan dengan Senin Kliwon, 6 Suro 1960 Jawa, di kawasan wisata Songgoriti, Kecamatan Batu, Kota Batu.
Kegiatan yang menjadi salah satu agenda budaya tahunan tersebut merupakan bentuk pelestarian tradisi, seni, serta nilai-nilai spiritual masyarakat Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Kehadirannya setiap Bulan Suro selalu dinantikan warga maupun para pecinta budaya dari berbagai daerah.
Humas Paguyuban Sanggar Empu Supo, Ahmad Choirul, menjelaskan bahwa prosesi kirab akan dimulai pukul 09.00 WIB dari depan Candi Songgoriti. Dalam iring-iringan tersebut, atraksi bantengan akan dibawa berkeliling menyusuri jalur utama kawasan wisata Songgoriti dan menjadi pusat perhatian masyarakat yang hadir.
Tahun ini, Ngarak Banteng mengusung tema “Manggalaning Gwaya Purna Udaya”, yang menggambarkan semangat kebangkitan budaya menuju kemajuan, kesejahteraan, dan keharmonisan kehidupan masyarakat.
Menurut Choirul, tema tersebut menjadi pengingat bahwa budaya tidak sekadar warisan masa lampau, melainkan juga fondasi penting dalam membangun masa depan yang tetap berpijak pada identitas dan nilai-nilai lokal.
“Budaya harus terus hidup dan berkembang bersama masyarakat. Melalui tradisi ini, kami ingin menegaskan bahwa warisan leluhur memiliki peran besar dalam memperkuat jati diri daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, tradisi Ngarak Banteng Empu Supo telah lama menjadi simbol penghormatan kepada para leluhur sekaligus wujud komitmen masyarakat Songgoriti dalam menjaga kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni tradisional, kegiatan ini juga merefleksikan nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kearifan lokal yang masih terpelihara di tengah perkembangan zaman.
Lebih jauh, Choirul menilai keberadaan tradisi Bantengan menjadi bukti bahwa Kota Batu tidak hanya dikenal karena pesona wisata alam dan destinasi rekreasinya. Di balik itu, kota ini juga menyimpan kekuatan besar pada sektor wisata budaya yang memiliki daya tarik tersendiri.
Dengan nilai historis, sosial, dan spiritual yang melekat kuat, budaya Bantengan dinilai mampu menjadi salah satu ikon wisata budaya unggulan. Selain menarik kunjungan wisatawan, tradisi tersebut juga berperan dalam memperkuat identitas Kota Batu sebagai daerah yang kaya akan seni, tradisi, dan keberagaman budaya lokal.
(Red)
