Meriam 76 mm dan Roket ASTROS Menggelegar di Kebumen, Kostrad Perkuat Kesiapan Tempur

5/5 - (1 vote)

KEBUMEN || Kolocokronews
— Suasana Daerah Latihan Ambal, Kebumen, berubah menjadi arena pengujian kemampuan tempur prajurit. Dentuman Meriam Gunung 76 mm dan suara luncuran roket ASTROS menjadi bagian dari latihan untuk memastikan kesiapan satuan menghadapi tugas operasi gabungan TNI, Pada rabu (5/8/2026).

Latihan tersebut melibatkan unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Kegiatan tidak hanya berorientasi pada kemampuan menembak, tetapi juga menjadi momentum untuk menguji koordinasi, ketepatan prosedur, serta kesiapan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Dua satuan jajaran Divif 2 Kostrad turut ambil bagian. Yonarmed 11/GG Divif 2 Kostrad mengandalkan Meriam Gunung 76 mm untuk memberikan dukungan tembakan terhadap satuan manuver pada sasaran jarak dekat.

Sementara Yonarmed 1/Roket Divif 2 Kostrad mengoperasikan sistem roket ASTROS yang memiliki kemampuan menjangkau sasaran lebih dari 60 kilometer. Perbedaan karakteristik kedua sistem persenjataan tersebut menjadi kekuatan yang saling melengkapi dalam mendukung kebutuhan operasi.

Kemampuan tembakan jarak dekat hingga jarak jauh menjadi bagian penting dalam membangun daya dukung satuan artileri medan. Melalui latihan bersama, setiap unsur dituntut mampu menjalankan perannya secara terkoordinasi dalam sebuah operasi yang berada di bawah satu komando.

Latihan di Ambal sekaligus menjadi tahapan persiapan menuju Latihan Terintegrasi TNI yang akan digelar di Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Karena itu, kesiapan prajurit dan alutsista menjadi perhatian utama sebelum memasuki tahapan latihan berikutnya.

Profesionalisme prajurit juga terus diasah melalui latihan yang dilaksanakan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut. Pola pembinaan tersebut diperlukan agar kemampuan satuan tidak hanya teruji secara teknis, tetapi juga siap diterapkan dalam operasi gabungan dengan melibatkan berbagai unsur TNI.

Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si. hadir meninjau langsung pelaksanaan latihan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai standar operasional, sasaran latihan tercapai, serta keselamatan personel tetap menjadi prioritas.

Ia menegaskan bahwa latihan merupakan bagian penting dalam membangun kesiapan satuan. Prajurit harus terus diberikan ruang untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan koordinasi sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan tugas.

“Latihan adalah investasi kesiapan. Prajurit yang terlatih dan alutsista yang siap merupakan bagian penting dalam melaksanakan tugas menjaga keutuhan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Latihan di Ambal menjadi salah satu upaya Divif 2 Kostrad menjaga kesiapan operasional sekaligus memperkuat kemampuan prajurit dalam bekerja secara terpadu. Dengan kesiapan personel, kemampuan alutsista, dan sinergi antarmatra yang terus dibangun, TNI diharapkan mampu menjalankan tugas menjaga kepentingan nasional dan kedaulatan NKRI secara optimal.
(Red).

error: Content is protected !!