JOMBANG || kolocokronews
– Kecelakaan lalu lintas fatal terjadi di ruas Tol Jombang arah Surabaya, tepatnya di KM 688+500, Rabu (7/1/2026) siang sekitar pukul 13.40 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang penumpang mobil Toyota Avanza meninggal dunia di tempat kejadian.
Mobil Avanza bernomor polisi M 1330 GE itu diketahui tengah melakukan perjalanan dari Nganjuk menuju Bangkalan. Namun nahas, saat melaju di jalur tol, kendaraan yang dikemudikan Mukhlis Alviandi menabrak bagian belakang sebuah truk yang berada di lajur yang sama. Benturan keras membuat mobil terpental ke kanan hingga akhirnya terguling.
Kanit PJR Jatim III AKP Sudirman menjelaskan, sebelumnya rombongan berangkat dari Bangkalan menuju Nganjuk sejak pagi hari untuk menjenguk keluarga. Setelah selesai, mereka langsung kembali tanpa jeda istirahat yang cukup.
“Pengakuan pengemudi, saat perjalanan pulang kondisi fisiknya sangat mengantuk,” ujar AKP Sudirman saat diwawancarai Radio Suara Surabaya, Rabu sore.
Upaya mengusir rasa kantuk dengan memutar musik keras ternyata tidak membuahkan hasil. Pengemudi kehilangan konsentrasi hingga mobil menghantam truk di depannya tanpa sempat menghindar.
Akibat kecelakaan tersebut, dua penumpang perempuan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Mereka adalah Dwi Septianingsih (59), yang duduk di kursi depan sebelah kiri pengemudi, serta Rofiah (63) yang berada di kursi tengah. Keduanya merupakan warga Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.
“Bu Dwi adalah pemilik mobil sekaligus yang memiliki keperluan menjenguk orang tuanya di Nganjuk. Sedangkan Bu Rofiah adalah temannya. Sopirnya memang biasa disewa,” jelas Sudirman.
Saat ini, kedua jenazah telah dievakuasi ke RSUD Jombang sebagai rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian. Pihak kepolisian juga memastikan bahwa keluarga korban telah menerima kabar duka tersebut.
AKP Sudirman mengimbau para pengendara agar lebih waspada, terutama pada jam-jam rawan kantuk setelah makan siang. Ia menegaskan bahwa satu-satunya cara efektif mengatasi kantuk adalah dengan berhenti dan beristirahat.
“Kalau sudah mengantuk, jangan dipaksakan. Istirahat sejenak, tidur, atau berhenti dulu. Jangan tetap menyetir karena risikonya sangat besar,” pungkasnya.
(Red).
