Surabaya || Kolocokronews
Senin, 2 Maret 2026 ~ Warga diimbau tidak panik jika mendapati bulan tampak berbeda pada malam hari. Berdasarkan informasi dari (BMKG) tertanggal 3 Maret 2026, langit Indonesia akan dihiasi fenomena langka yang dikenal sebagai Blood Moon atau Bulan Merah.
Fenomena ini membuat permukaan bulan terlihat kemerahan, seolah diselimuti cahaya merah temaram. Meski terkesan dramatis dan sering dikaitkan dengan berbagai mitos, peristiwa ini sepenuhnya merupakan fenomena astronomi yang alami dan aman.
Blood Moon terjadi saat gerhana bulan total berlangsung. Pada momen tersebut, posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan Bumi menutupi permukaan Bulan.
Namun, alih-alih gelap sepenuhnya, Bulan justru tampak berwarna merah. Hal ini disebabkan oleh atmosfer Bumi yang membiaskan sekaligus memfilter cahaya Matahari. Warna biru pada spektrum cahaya lebih banyak dihamburkan, sementara spektrum cahaya merah diteruskan dan dipantulkan ke permukaan Bulan. Efek inilah yang membuat Bulan tampak kemerahan.
BMKG memastikan fenomena ini aman untuk disaksikan secara langsung tanpa alat bantu khusus. Berbeda dengan gerhana Matahari yang membutuhkan pelindung mata, gerhana bulan dapat dinikmati dengan nyaman.
Masyarakat disarankan mencari lokasi yang minim polusi cahaya agar tampilan Bulan Merah terlihat lebih jelas dan dramatis. Jika cuaca cerah, fenomena ini bisa menjadi momen langka untuk diabadikan melalui kamera ponsel maupun kamera profesional.
Fenomena Blood Moon kerap dikaitkan dengan berbagai cerita mistis di sejumlah budaya. Namun secara ilmiah, peristiwa ini adalah siklus alam biasa yang terjadi ketika konfigurasi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus.
Alih-alih takut, momen ini justru menjadi kesempatan edukatif untuk mengenal lebih dekat keajaiban tata surya.
Jadi, siapkan waktu Anda besok malam. Saat bulan berubah merah, Anda tidak sedang bermimpi—Anda sedang menyaksikan salah satu fenomena langit paling memukau tahun ini.
(Red).
