Kabupaten Malang || kolocokronews – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, optimistis Indonesia mampu mewujudkan swasembada daging dalam tiga tahun ke depan. Keyakinan tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (28/6/2026), yang dilanjutkan dengan pembukaan Pasar Murah Pengendali Inflasi dan Ketahanan Pangan Jawa Timur 2026 di kawasan Pemandian Pethungansari, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari.
Kunjungan yang berlangsung pukul 10.30 hingga 13.45 WIB itu menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan kualitas peternakan sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Turut mendampingi Gubernur dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, M.M. Kepala BBIB Singosari Dr. drh. Akbar Yasin, M.P., jajaran kepala organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, serta unsur Muspika Kecamatan Singosari.
Di BBIB Singosari, Khofifah meninjau berbagai fasilitas utama, mulai dari laboratorium, kandang sapi pejantan, hingga bank semen beku yang menjadi pusat produksi bibit unggul untuk mendukung program inseminasi buatan di berbagai daerah di Indonesia.
Rombongan juga mengunjungi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur untuk melihat pengembangan kambing unggulan jenis Etawa, Boer, Senduro, dan Peranakan Etawa (PE). Peninjauan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga kualitas genetika ternak sekaligus meningkatkan produktivitas peternakan nasional.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan daging secara mandiri apabila teknologi inseminasi buatan dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau petugas inseminasi buatan dan pengawas kebuntingan bisa dimaksimalkan, secara hitungan saya tiga tahun ke depan Indonesia bisa swasembada daging,” ujarnya.
Ia juga menyebut BBIB Singosari sebagai salah satu pusat pengembangan genetika ternak yang memiliki peran strategis, bahkan telah menjadi rujukan di kawasan Asia dan Afrika.
Selain itu, Khofifah mengapresiasi keberhasilan BBIB Singosari dalam mengembangkan semen beku sapi Belgian Blue sejak 2018 yang kini telah dimanfaatkan di berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Mojokerto, Situbondo, Bondowoso, dan Jember. Pengembangan bibit sapi Wagyu melalui produksi semen beku juga dinilai memiliki prospek besar untuk memenuhi tingginya kebutuhan pasar dalam negeri.
Usai melakukan peninjauan, Gubernur menyerahkan bantuan sembako serta insentif kepada para karyawan BBIB Singosari sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendukung kemajuan sektor peternakan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebelum rombongan bertolak menuju Desa Toyomarto.
Di kawasan Pemandian Pethungansari, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Khofifah secara resmi membuka Pasar Murah Pengendali Inflasi dan Ketahanan Pangan Jawa Timur 2026 yang menghadirkan berbagai komoditas pangan pokok serta produk Industri Kecil dan Menengah (IKM). Setibanya di lokasi, rombongan disambut langsung oleh Bupati Malang sebelum meninjau stan-stan penjualan bahan kebutuhan pokok yang dipasarkan dengan harga terjangkau.
Gubernur bersama Bupati Malang juga menyerahkan paket sembako gratis kepada masyarakat Desa Toyomarto sebagai upaya membantu meringankan beban ekonomi warga sekaligus menjaga daya beli di tengah dinamika harga pangan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat sebelum Gubernur Jawa Timur melanjutkan agenda kunjungan berikutnya.
Melalui kunjungan kerja ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor peternakan berbasis teknologi, mempercepat terwujudnya swasembada daging nasional, sekaligus menjaga stabilitas harga pangan melalui berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
(Red).
