Headline

Babinsa Aceh Tamiang Bertaruh Nyawa Selamatkan 25 Warga Saat Banjir Bandang

Rate this post

ACEH TAMIANG || kolocokronews
Selasa, (9/12/2025)— Aksi heroik dilakukan seorang prajurit TNI saat banjir bandang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada akhir November lalu. Sersan Satu (Sertu) Giman Syahputra, Babinsa Koramil 02 Karang Baru, Kodim 0117/Aceh Tamiang, menyelamatkan sedikitnya 25 warga yang terjebak banjir di Desa Karang Baru dengan peralatan seadanya.

Banjir bandang yang datang secara tiba-tiba membuat sejumlah rumah warga terkepung air dengan arus deras. Di saat tim SAR belum dapat menjangkau lokasi, Sertu Giman mengambil inisiatif seorang diri untuk mengevakuasi warga yang terisolasi, di antaranya ibu-ibu, balita, bayi, hingga lansia.

Dengan hanya memanfaatkan ban bekas, jeriken, dan tali rakitan sendiri, Sertu Giman bolak-balik menerjang banjir. Ia bahkan harus memanjat tiang listrik dan meniti kabel untuk mencapai rumah warga yang terjebak, demi memastikan satu per satu korban bisa dievakuasi ke tempat aman.

“Waktu itu yang terpikir hanya bagaimana caranya warga bisa selamat. Saya rakit sendiri talinya, lalu pakai ban sebagai alat pelampung. Warga ditolong satu per satu, ibu-ibu dulu, lalu anak-anak,” ujar Sertu Giman saat diwawancarai Kompas TV.

Air banjir saat itu terus meninggi, dari satu meter hingga mencapai tiga meter. Tiga kepala keluarga yang sebagian merupakan tetangganya terjebak di rumah. Awalnya situasi masih terpantau terkendali, namun pada Kamis pagi air naik dengan cepat dan warga mulai panik serta meminta pertolongan.

Dalam kondisi berbahaya, Sertu Giman mengaku tidak sempat memikirkan risiko kabel listrik yang diinjak dan dipegangnya. “Saya tidak terpikir soal itu. Yang penting saya harus sampai dan menolong warga,” tuturnya.

Aksi penyelamatan dilakukan berulang kali. Setelah menurunkan satu korban ke tempat aman, ia kembali menerjang banjir untuk mengevakuasi warga lainnya. Dari 25 orang yang diselamatkan, terdapat bayi, balita, ibu-ibu, dan lansia.

“Sebagai Babinsa dan sebagai manusia, sudah menjadi kewajiban saya untuk menolong warga saat ada bencana,” kata Sertu Giman, yang berdinas di bawah komando Koramil 02 Karang Baru.

Saat ini, seluruh warga yang berhasil dievakuasi dilaporkan dalam kondisi sehat. Sebagian telah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur, sementara lainnya dijemput keluarga ke wilayah kecamatan lain.

Dari peristiwa tersebut, Sertu Giman mengingatkan pentingnya kewaspadaan di daerah rawan bencana. Ia meminta warga segera mencari tempat yang lebih tinggi saat ada peringatan banjir dan tidak menyepelekan tanda-tanda alam.

“Kalau ada banjir, jangan menunggu. Segera cari tempat aman dan saling mengingatkan,” pesannya.

Aksi kemanusiaan Sertu Giman pun menuai apresiasi luas. Bagi warga Aceh Tamiang, ia bukan sekadar aparat teritorial, melainkan simbol keberanian dan kepedulian yang hadir di saat paling genting.
(Red).

error: Content is protected !!