Jakarta || kolocokronews
Minggu (5/4/2026)-Fenomena Super El Nino kembali menjadi perhatian karena berpotensi membawa dampak serius bagi wilayah Indonesia. Kondisi ini terjadi ketika suhu permukaan laut di kawasan tengah hingga timur Samudra Pasifik mengalami pemanasan jauh di atas batas normal.
Para ahli menjelaskan, Super El Nino ditandai dengan kenaikan suhu laut yang signifikan, bahkan bisa mencapai lebih dari 2 derajat Celsius. Ketika kondisi tersebut terjadi, pengaruhnya dapat dirasakan hingga ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dampak yang paling sering muncul adalah penurunan curah hujan secara drastis yang memicu kekeringan panjang. Situasi tersebut dapat berujung pada krisis air bersih di sejumlah daerah. Selain itu, kondisi lahan yang kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat meluas serta berlangsung dalam waktu lama.
Peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya, seperti pada periode 1997–1998 dan 2015–2016. Saat itu, dampak kekeringan dan kebakaran hutan dirasakan cukup luas dan menimbulkan kerugian besar bagi lingkungan maupun masyarakat.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi dampak yang bisa ditimbulkan. Penggunaan air secara bijak menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi kemungkinan kekurangan air di musim kering.
Selain itu, warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan terbuka. Jika menemukan kejadian darurat seperti kebakaran, kekeringan parah, atau gangguan lingkungan lainnya, masyarakat diharapkan segera melapor kepada pihak berwenang agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat.
Source :@divisihumaspolri.
(Red).
