TRENGGALEK || kolocokronews
– Bank daerah milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek bakal hadir dengan identitas baru. Dalam rapat paripurna yang digelar di Graha Paripurna DPRD Trenggalek, Selasa (26/05/2026), DPRD bersama pemerintah daerah resmi menyetujui perubahan nomenklatur BPR Jwalita menjadi Bank Perekonomian Rakyat Jwalita.
Tak hanya perubahan nama, lembaga keuangan pelat merah tersebut juga mendapat dukungan tambahan modal dari Pemkab Trenggalek senilai Rp10 miliar guna memperkuat kapasitas usaha dan memperluas layanan kepada masyarakat.
Menariknya, perubahan nomenklatur itu juga membuka peluang penggunaan branding baru yang lebih familiar di tengah masyarakat, yakni “Bank Trenggalek”.
Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, mengatakan rapat paripurna tersebut membahas sejumlah agenda strategis. Selain pengesahan Ranperda terkait BPR Jwalita, agenda lain yang turut dibahas meliputi pengucapan sumpah Pergantian Antarwaktu (PAW) anggota DPRD serta pengumuman perubahan susunan pimpinan dan alat kelengkapan dewan.
“Seluruh agenda paripurna telah mendapatkan persetujuan bersama antara legislatif dan eksekutif, termasuk Ranperda tentang perubahan nomenklatur dan penyertaan modal untuk BPR Jwalita,” ujarnya usai rapat.
Menurutnya, perubahan nama dari Bank Perkreditan Rakyat menjadi Bank Perekonomian Rakyat merupakan bagian dari penyesuaian regulasi sekaligus strategi penguatan citra perusahaan di tengah persaingan sektor jasa keuangan.
Ke depan, manajemen disebut bakal mengoptimalkan promosi dengan membawa identitas baru melalui branding “Bank Trenggalek” agar lebih dekat dan mudah dikenali masyarakat.
Selain itu, DPRD juga menyetujui penyertaan modal daerah sebesar Rp10 miliar yang akan diberikan secara bertahap dalam dua tahun anggaran.
“Penambahan modal dilakukan dua tahap, masing-masing Rp5 miliar pada tahun 2027 dan Rp5 miliar pada tahun 2028,” jelas Doding.
Ia optimistis dukungan modal dan strategi rebranding tersebut akan semakin memperkuat kinerja perusahaan. Selama ini, BPR Jwalita dinilai menjadi salah satu BUMD dengan kontribusi terbesar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Trenggalek.
“Kontribusi laba BPR Jwalita setiap tahun mencapai lebih dari Rp1 miliar. Dengan penguatan modal dan identitas baru ini, kami berharap layanan semakin luas dan keuntungan perusahaan meningkat,” pungkasnya.
(Red).
