Dipanggil Polisi, Pria yang Buka Portal Bendungan Lahor Siap Diperiksa

Malang || kolocokronews
Seorang pria berinisial HW dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian pada Senin (6/4/2026). Pemeriksaan ini berkaitan dengan aksinya membuka portal di kawasan Bendungan Lahor, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang sebelumnya sempat viral di media sosial.

Langkah pemanggilan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan dugaan pengancaman dan perusakan yang terjadi di area portal Bendungan Lahor. Laporan resmi telah dilayangkan ke Polres Malang pada Selasa (31/3/2026).

Pelapor dalam kasus ini adalah Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan Bendungan Lahor. Laporan itu disampaikan melalui PT Xfresh Citra Perkasa yang bertugas mengelola portal di kawasan tersebut.

Sebelum menjadwalkan pemeriksaan terhadap HW, polisi telah melakukan serangkaian penyelidikan. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain mendatangi lokasi kejadian perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang bukti, serta meminta keterangan dari sepuluh orang saksi.

Saat dikonfirmasi, HW tidak membantah bahwa dirinya adalah sosok yang membuka portal tersebut sebagaimana terlihat dalam video yang beredar luas di media sosial.

Ia menegaskan, tindakannya dilatarbelakangi oleh pandangannya bahwa portal tersebut seharusnya tidak menarik retribusi dari masyarakat.

“Begitu portal Lahor dibuka, seharusnya tidak boleh ada penarikan retribusi. Pertimbangannya karena itu bukan aset pemerintah daerah, melainkan milik BUMN,” ujarnya.

Menurut HW, aksi pembukaan portal yang terjadi pada Senin (30/3/2026) itu juga dipicu oleh banyaknya keluhan warga. Keluhan tersebut terutama terkait penarikan biaya masuk bagi pengguna jalan di kawasan Bendungan Lahor, termasuk penerapan sistem pembayaran elektronik.

Ia menyebut warga berharap portal tersebut dapat dibuka secara permanen tanpa pungutan biaya.

“Harapannya dibuka terus dan tidak ada retribusi lagi. Banyak warga yang kecewa karena tidak jelas uangnya digunakan untuk apa,” pungkasnya.
(Red).

error: Content is protected !!