Kabupaten Malang | kolocokronews
— Peringatan Hari Ibu yang digelar Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) Kabupaten Malang berlangsung penuh makna dan refleksi mendalam, Senin (22/12/2025). Mengusung tema “Kasih Ibu Sepanjang Masa, Cinta Ibu Tiada Batas”, kegiatan yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jalan Panji No.119, Kepanjen, sejak pukul 10.00 WIB ini menegaskan kembali peran strategis ibu dan perempuan dalam kehidupan berbangsa.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus narasumber utama, , menjadi sorotan utama dalam sesi inti acara. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa membicarakan sosok ibu tidak cukup hanya dilihat dari simbol budaya seperti kebaya, sanggul, atau batik, melainkan harus dimaknai lebih dalam sebagai peran hakiki seorang perempuan.
“Ibu adalah pelindung, penguat, sekaligus penjaga nilai kehidupan. Dari sosok ibu inilah lahir ketangguhan keluarga, masyarakat, hingga bangsa. Inilah yang saya sebut sebagai peran ibu bangsa,” tegasnya.
Sri Untari secara khusus mengapresiasi langkah KKI Kabupaten Malang yang melibatkan anak-anak disabilitas dalam seluruh rangkaian peringatan Hari Ibu. Menurutnya, keterlibatan tersebut mencerminkan kasih seorang ibu yang menyeluruh, tanpa batas dan tanpa diskriminasi.
“Di sinilah makna perhatian seorang ibu terasa utuh. Hari Ibu tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi harus menjadi momentum kepedulian yang berkelanjutan. Perhatian penuh kepada anak-anak, termasuk anak disabilitas, harus terus dijaga dan dirawat,” ujarnya.
Sejak awal acara, nuansa inklusif sudah terasa melalui kirab cucuk lampah yang menyambut para undangan. Kirab tersebut dimeriahkan Tari Grebeg Sabrang yang dibawakan dengan penuh penghayatan oleh anak-anak disabilitas binaan Titik Tengger, menjadi simbol keterbukaan dan kesetaraan dalam berkarya.
Selain menampilkan nilai budaya dan sosial, kegiatan ini juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi perempuan. Sebanyak 17 stan UMKM binaan KKI Kabupaten Malang turut dihadirkan, menampilkan beragam produk unggulan seperti kuliner tradisional, kriya, wastra, hingga produk kreatif lokal yang mendapat perhatian para undangan.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua KKI Kabupaten Malang Endah Purwatiningsih, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang Panca yang mewakili Wakil Bupati Malang, Yuni Sueb sebagai narasumber, H. Sucipto (Lumba-Lumba), serta seluruh anggota KKI dari Kabupaten dan Kota Malang.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan doa bersama, pembacaan qiroah, serta puisi yang dibawakan oleh anak-anak disabilitas, menghadirkan suasana haru dan reflektif. Pembukaan resmi disampaikan oleh Ketua Panitia Dra. Hj. Ninik Dwi Astutik, disusul sambutan Ketua KKI Kabupaten Malang Endah Purwatiningsih yang menegaskan komitmen KKI dalam menggaungkan semangat perempuan untuk terus berinovasi, berkarya, dan berdaya.
Pada kesempatan tersebut, KKI Kabupaten Malang juga menyerahkan tali asih kepada anak-anak disabilitas binaan Titik Tengger sebagai bentuk nyata kepedulian dan apresiasi.
Agenda dilanjutkan dengan pelantikan Koordinator Wilayah KKI Kecamatan Kepanjen dan Dampit, serta ditutup dengan penampilan Tari Gading Alit oleh para ibu anggota KKI yang memancarkan keanggunan dan kekuatan perempuan.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, dan sesi foto bersama. Peringatan Hari Ibu ini meninggalkan pesan kuat bahwa kasih seorang ibu tidak hanya dirayakan dalam balutan budaya, tetapi harus diwujudkan dalam perlindungan, kepedulian, dan cinta yang terus hidup sepanjang masa.
(Red)
