Headline

Puluhan WNA Asal Cina Diamankan Usai Bentrok di Tambang Emas Ketapang, Lima Prajurit TNI Terluka

Rate this post

Kalimantan Barat || kolocokronews
— Kantor Imigrasi Ketapang mengamankan puluhan warga negara asing (WNA) asal Cina menyusul insiden penyerangan terhadap prajurit TNI di kawasan pertambangan emas milik PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM). Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 14 Desember, dan kini tengah dalam penanganan aparat berwenang.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menyampaikan bahwa hingga Selasa, sebanyak 26 WNA telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan keimigrasian. Proses pendalaman dokumen dan status keberadaan mereka masih berlangsung di Kantor Imigrasi Ketapang.

“Jumlah ini masih berpotensi bertambah, mengingat total WNA yang berada di area pertambangan tersebut tercatat sebanyak 34 orang,” ujar Yuldi saat ditemui di Jakarta.

Sementara itu, terkait dugaan tindak pidana berupa perusakan dan penyerangan, kasus tersebut kini didalami oleh Polda Kalimantan Barat. Aparat kepolisian fokus mengusut peran para WNA dalam insiden yang mengakibatkan korban luka dan kerusakan fasilitas perusahaan.

Insiden bermula ketika petugas keamanan PT SRM mendeteksi keberadaan sebuah drone yang terbang di sekitar area tambang. Lima prajurit TNI dari Yonzipur 6 SD Anjungan yang sedang melaksanakan latihan di lokasi kemudian membantu pengamanan untuk menelusuri asal drone tersebut.

Sekitar 300 meter dari pintu masuk kawasan tambang, petugas menemukan empat WNA yang diduga mengoperasikan drone. Namun situasi berubah tegang ketika sebelas WNA lainnya tiba di lokasi dan secara tiba-tiba melakukan penyerangan.

Para pelaku diduga membawa senjata tajam serta alat kejut listrik. Karena kalah jumlah dan untuk mencegah bentrokan yang lebih luas, petugas keamanan perusahaan bersama prajurit TNI memilih untuk mundur dari lokasi.

Akibat kejadian tersebut, lima prajurit TNI mengalami luka-luka, sementara dua unit kendaraan milik perusahaan dilaporkan mengalami kerusakan berat. Aparat gabungan kini meningkatkan pengamanan di kawasan tambang sembari menuntaskan proses hukum dan keimigrasian terhadap para WNA yang terlibat.
(Red).

error: Content is protected !!