Jakarta || kolocokronews
— selasa (16/12/2025) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara tegas memerintahkan TNI dan Polri untuk mengambil tindakan keras terhadap praktik penyelundupan serta berbagai aktivitas ilegal yang merugikan negara. Penegasan tersebut disampaikan Presiden usai menerima laporan dari sejumlah pejabat dan aparat penegak hukum terkait kebocoran sumber daya nasional.
Presiden menilai praktik ilegal seperti pembalakan liar, pertambangan tanpa izin, dan penyelundupan masih marak terjadi meski aparat telah dikerahkan. Kondisi tersebut, menurut Presiden, menjadi peringatan serius bahwa penegakan hukum harus dilakukan tanpa kompromi.
“Saya mendapat laporan adanya keterlibatan oknum aparat, baik dari TNI maupun Polri, dalam aktivitas ilegal ini. Karena itu saya minta Panglima TNI dan Kapolri menindak tegas anggotanya yang melindungi atau terlibat dalam kejahatan tersebut,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden menekankan bahwa tidak boleh ada toleransi bagi pelanggaran hukum, terlebih jika dilakukan oleh aparat negara yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan hukum. Ia menyebut keterlibatan oknum aparat dalam penyelundupan telah menyebabkan kerugian besar bagi perekonomian nasional dan merusak kepercayaan publik.
Dalam arahannya, Presiden juga menyoroti kasus penyelundupan timah yang berlangsung cukup lama di Bangka sebagai contoh nyata lemahnya pengawasan dan penindakan. Menurutnya, praktik serupa tidak boleh dibiarkan terus berlangsung.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu melakukan pembenahan internal demi memastikan hukum ditegakkan secara adil dan konsisten. Ia meminta seluruh jajaran TNI dan Polri untuk kembali pada tugas pokoknya sebagai pelindung negara dan masyarakat.
“Kita tidak boleh takut menghadapi kenyataan dan mengakui kelemahan. Justru dengan sikap tegas dan berani, kita bisa menghentikan kebocoran sumber daya dan menegakkan kedaulatan negara,” ujarnya.
Menutup arahannya, Presiden mengajak seluruh aparat keamanan untuk menghadapi akhir tahun dengan kewaspadaan tinggi, disiplin, serta keyakinan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dengan hukum yang ditegakkan secara tegas dan bermartabat.
(Red).
