Polri Ungkap Perkembangan Penyelidikan Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, 96 Orang Jadi Korban

Jakarta || Kolocokronews
– Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan perkembangan terbaru penanganan peristiwa ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ia menegaskan bahwa total korban dalam insiden ini mencapai 96 orang.

Dari jumlah tersebut, 29 orang masih menjalani perawatan medis, masing-masing 14 orang di RS Islam Jakarta, 14 orang di RS Yarsi, dan 1 orang di RS Pertamina. Sementara 67 korban lainnya sudah diperbolehkan pulang dalam kondisi lebih baik.

Dalam penanganan kasus ini, Polri melibatkan beberapa satuan kerja, mulai dari Polda Metro Jaya, Densus 88, Puslabfor Mabes Polri, hingga Polres Jakarta Utara. Tim Jibom Gegana telah melakukan sterilisasi lokasi mengingat temuan bahan peledak, sebelum olah TKP dilakukan Puslabfor.

Polri juga melibatkan KPAI dan tim trauma healing, mengingat ada korban dan juga pihak yang diduga melakukan tindakan masih berstatus anak atau Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH).

”Harapan Kapolri dan Kapolda Metro Jaya, sekolah bisa segera kembali normal, aktivitas belajar mengajar dapat pulih seperti sediakala,” ujar Kombes Budi Hermanto.

Terkait motif dan dugaan keterkaitan dengan jaringan teror, Polri menegaskan masih dalam pendalaman. Semua temuan barang bukti, termasuk serbuk dan benda di lokasi, tengah dianalisis secara ilmiah oleh Puslabfor dan Densus 88.

“Belum bisa disimpulkan apakah ini bom atau bukan, dan apakah tergolong aksi teror. Semua masih dianalisa Densus dan Puslabfor,” tegas Budi Hermanto.

Ia juga mengingatkan publik untuk menghargai hak perlindungan identitas karena pihak terduga pelaku masih berusia anak dan saat ini dalam perawatan medis serta dalam kondisi sadar.

Polri berjanji akan menyampaikan rilis lengkap dan paripurna dari seluruh satuan kerja terkait, agar informasi tidak simpang siur.

Kasus Penembakan Cakung

Dalam kesempatan yang sama, Kombes Pol Budi Hermanto juga mengonfirmasi insiden penembakan di wilayah Cakung, Jakarta Timur, yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB dini hari. Peristiwa ini diduga melibatkan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat tembakan di bagian perut. Polres Jakarta Timur bersama Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mendalami kasus tersebut, memeriksa saksi, serta melakukan olah TKP dan pengumpulan barang bukti.

“Kita berharap segera terungkap dan pelaku bisa tertangkap,” ujar Budi Hermanto.

Sejauh ini, disebutkan ada sekitar 3 hingga 5 orang dari unsur pam swakarsa dan masyarakat sekitar yang telah dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.
(Red).

error: Content is protected !!