Headline

Konflik di Perbatasan Thailand–Kamboja Kembali Memanas, 10 Warga Sipil Tewas

Rate this post

Internasional || kolocokronews
Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali meningkat tajam setelah serangkaian serangan yang terjadi sejak Minggu sore memicu korban jiwa dan kerusakan serius. Pemerintah Kamboja melaporkan sedikitnya 10 warga sipil tewas, termasuk seorang bayi, serta 60 orang lainnya terluka akibat rentetan serangan yang berlangsung hingga Kamis pagi, 11 Desember.

Dalam konferensi pers, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letjen Meli Soceta, menyampaikan bahwa bentrokan terbaru ini merupakan salah satu eskalasi terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, angkatan bersenjata Thailand diduga menembakkan peluru artileri ke sejumlah titik di wilayah Kamboja, termasuk area dekat kuil Preah Vihear, situs bersejarah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia UNESCO.

Serangan tersebut memaksa ratusan ribu warga meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi-lokasi yang dianggap lebih aman. Pemerintah Kamboja menyebut tindakan militer Thailand ini sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional, terutama karena tembakan diarahkan ke wilayah pemukiman warga seperti di Desa Prechan.

Kamboja mendesak Thailand untuk menghentikan semua aksi permusuhan demi mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

Namun, pemerintah Thailand memberikan tudingan balik, menyatakan bahwa pihak Kamboja justru menggunakan situs-situs bersejarah sebagai basis operasi militer. Hal ini, menurut Thailand, membuat serangan balasan mereka terkesan melanggar hukum internasional, meski mereka mengklaim hanya merespons ancaman.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru di kawasan, mengingat konflik perbatasan kedua negara telah berulang sejak bertahun-tahun lalu, terutama terkait sengketa wilayah di sekitar kompleks kuil Preah Vihear.

Belum ada tanda-tanda penurunan eskalasi hingga berita ini diturunkan. Pemerintah dan lembaga internasional diharapkan segera turun tangan untuk meredam ketegangan demi keselamatan warga sipil di kedua negara.
(Red).

error: Content is protected !!