Singosari ,Malang|| kolocokronews —
Sabtu,6 Desember 2025 – Komitmen Kecamatan Singosari dalam membangun kesadaran lingkungan berbasis masyarakat semakin diperkuat melalui gerakan SHABER Sampah Singosari. Setelah sebelumnya fokus pada aksi bersih lingkungan dan edukasi publik, kini seluruh desa di Kecamatan Singosari mulai bergerak membentuk bank sampah sebagai solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah. Melalui sistem bank sampah, warga didorong untuk memilah, mengelola, dan memanfaatkan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), sekaligus mendukung penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa.
Pembentukan bank sampah tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Ngalam Waste Bank dan Muslimat Kecamatan Singosari, yang berlangsung sejak Oktober hingga Desember 2025. Sejumlah desa seperti Klampok, Purwoasri, Randuagung, Toyomarto, serta desa-desa lainnya telah memulai proses pendirian dan pembinaan bank sampah di wilayah masing-masing.
Camat Singosari, Wellem, S.Sos., M.Link., menegaskan bahwa pembentukan bank sampah merupakan kelanjutan dari gerakan SHABER Sampah Singosari (Satu Hati Bersama Masyarakat Bersihkan Sampah Singosari). Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan imbauan, tetapi harus dibangun melalui sistem yang melibatkan masyarakat secara aktif dan berkesinambungan.
Antusiasme juga datang dari para kepala desa se-Kecamatan Singosari. Mereka menyatakan kesiapan untuk mendukung keberadaan bank sampah, mulai dari penyediaan lokasi, pembinaan warga, hingga penguatan kerja sama dengan komunitas dan penggiat lingkungan di desa.
Keberadaan bank sampah diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengurangan timbunan sampah, tetapi juga membuka peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat. Seluruh bank sampah desa nantinya akan terhubung dengan Sanggar Lingkungan Singosari sebagai pusat koordinasi dan edukasi, guna memastikan standar pengelolaan berjalan optimal dan berkesinambungan.
Dengan keterlibatan aktif seluruh desa, Kecamatan Singosari optimistis gerakan SHABER Sampah Singosari dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang efektif dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menguatkan cita-cita Singosari Berseri — Bersih, Sehat, Indah, dan Lestari, yang tumbuh dari kesadaran bersama dan aksi nyata di tingkat desa.
(Red).
