MALANG || KOLOCOKRONEWS
– Modernisasi pertanian menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Melalui program bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pemerintah mendorong petani agar mampu mengelola usaha tani secara lebih efektif dan efisien.
Sebanyak 341 unit alsintan disalurkan kepada kelompok tani di berbagai wilayah Jawa Timur dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Penyerahan bantuan dipusatkan di Lapangan Tumapel, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (2/11/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, A.Ks., M.A.P., menyerahkan bantuan tersebut mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang berhalangan hadir karena meninjau bencana tanah longsor di Kabupaten Lumajang.
Bagi sektor pertanian, keberadaan alsintan dinilai penting untuk membantu petani menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kebutuhan tenaga kerja, efisiensi waktu pengolahan lahan, hingga percepatan proses panen.
Adhy menegaskan, Jawa Timur memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Oleh karena itu, upaya mempertahankan dan meningkatkan produksi pertanian perlu dibarengi dengan penggunaan teknologi modern.
Ia memaparkan, produksi padi Jawa Timur pada 2025 mencapai 10,22 juta ton gabah kering giling (GKG), setara dengan sekitar 6,03 juta ton beras. Capaian tersebut meningkat sekitar 6,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Adhy, hasil tersebut menjadi modal untuk terus meningkatkan kemampuan produksi pertanian di Jawa Timur. Pemerintah pun berupaya memperkuat dukungan bagi sektor pertanian dan perkebunan melalui kebijakan anggaran serta penyediaan sarana yang dibutuhkan petani.
“Teknologi merupakan kuncinya. Tidak ada kata lain, kita harus melakukan modernisasi peralatan yang ada,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan modernisasi pertanian tidak hanya ditentukan oleh tersedianya peralatan. Petani juga harus memiliki kemampuan untuk mengoperasikan dan merawat mesin agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Karena itu, program bantuan alsintan disertai pelatihan bagi penerima. Adhy berharap kelompok tani dapat menggunakan peralatan sesuai kebutuhan dan mengatur pemakaiannya secara bergiliran.
Ia juga meminta para ketua kelompok tani membangun koordinasi dengan pemerintah kecamatan, penyuluh pertanian, serta unsur TNI dan Polri untuk memastikan pemanfaatan alsintan berjalan tertib dan memberikan manfaat secara merata.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, M.T., menjelaskan bahwa dari total 341 unit alsintan yang disalurkan, sebanyak 231 unit diperuntukkan bagi kegiatan prapanen dan 110 unit lainnya untuk mendukung proses pascapanen.
Khusus di Kabupaten Malang, bantuan dialokasikan kepada sembilan kelompok tani dengan jenis peralatan yang disesuaikan untuk menunjang kegiatan pertanian.
Bantuan tersebut meliputi dua unit combine harvester, dua unit corn sheller atau mesin perontok jagung, dua unit traktor rotari tangan, satu unit rice transplanter atau mesin tanam padi, serta dua unit drone pertanian.
Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam berbagai tahapan produksi. Mesin panen, misalnya, dapat mempercepat pekerjaan saat musim panen, sedangkan traktor rotari dan mesin tanam padi dapat menunjang pengolahan lahan serta penanaman.
Sementara itu, drone pertanian berpotensi mendukung kegiatan pemantauan maupun pekerjaan pertanian lainnya sesuai fungsi dan kemampuan perangkat.
Heru menekankan pentingnya pengelolaan alsintan secara bersama-sama. Dengan jumlah anggota kelompok tani yang cukup banyak, pengaturan jadwal penggunaan diperlukan agar peralatan tidak hanya dimanfaatkan oleh sebagian anggota.
Sistem pemakaian bergiliran diharapkan memperluas jangkauan manfaat bantuan sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sarana pertanian.
Penyerahan bantuan di Lapangan Tumapel dihadiri sekitar 100 orang, terdiri atas unsur pemerintah provinsi, pemerintah Kabupaten Malang, jajaran Muspika Kecamatan Singosari, penyuluh pertanian, petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), serta perwakilan kelompok tani.
Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Indyah Aryani, M.M., Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur Dr. MHD. Aftabuddin Rijaluzzaman, S.Pt., M.Si., serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang Ir. Avicenna M. Saniputera, M.T., M.H.
Hadir pula Kapolsek Singosari AKP Achmad Zainuddin, S.H., M.M., Camat Singosari Wellem, S.Sos., M.Ling., dan perwakilan Koramil Singosari, Peltu Budi Setiawan.
Melalui program tersebut, Pemprov Jatim berharap petani semakin siap memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Dukungan peralatan, pelatihan, serta pengelolaan yang terkoordinasi diharapkan dapat memperkuat kemampuan kelompok tani dalam mengembangkan usaha pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan mempertahankan Jawa Timur sebagai salah satu daerah penopang produksi pangan nasional.
(Red).
