PONOROGO || kolocokronews
– Pemerintah Kabupaten Ponorogo terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Grebeg Suro 2026 yang akan resmi dibuka pada 6 Juni mendatang. Kurang dari satu pekan menjelang pembukaan, berbagai agenda budaya, keagamaan, hingga ekonomi kreatif dipastikan siap menyambut masyarakat dan wisatawan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan seluruh persiapan saat ini telah memasuki tahap akhir. Berbagai aspek teknis terus disempurnakan agar pelaksanaan salah satu agenda budaya terbesar di Ponorogo itu berjalan lancar dan meriah.
Tahun ini, Grebeg Suro menghadirkan sebanyak 28 kegiatan yang tersebar sepanjang bulan Suro. Sejumlah agenda bahkan telah lebih dahulu digelar sebagai pembuka rangkaian acara, seperti Simaan Al-Qur’an Rabu Pahing pada 19–20 Mei serta Festival Pencak Silat Jawara Bumi Warok yang berlangsung beberapa hari lalu.
“Kami berupaya menghadirkan Grebeg Suro yang lebih semarak. Selain kegiatan dari pemerintah daerah, banyak komunitas yang turut berpartisipasi dan memberikan dukungan,” ujar Lisdyarita yang akrab disapa Bunda Rita, Minggu (31/5).
Puncak perhatian masyarakat diperkirakan akan tertuju pada Festival Reog Remaja (FRR) XXII dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI yang menjadi penanda dimulainya Grebeg Suro 2026 pada 6 Juni mendatang.
Kedua festival tersebut akan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah yang siap menampilkan atraksi dan kreativitas terbaik mereka. Kehadiran peserta baru dalam Festival Nasional Reog Ponorogo juga diyakini akan menambah daya tarik penyelenggaraan tahun ini.
Menurut Bunda Rita, jumlah peserta yang terus bertambah menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pelestarian seni budaya khas Ponorogo tersebut.
Setiap tahunnya, Grebeg Suro tidak hanya menjadi perayaan Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Kehadiran ribuan pengunjung memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM, sektor perhotelan, rumah makan, transportasi, hingga jasa wisata.
Tingginya antusiasme masyarakat pada Grebeg Suro 2026 diperkirakan semakin meningkat seiring pengakuan dunia terhadap Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Selain itu, bergabungnya Ponorogo dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN) turut memperkuat citra daerah sebagai destinasi budaya berkelas internasional.
Pemerintah daerah berharap momentum tersebut mampu dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha lokal untuk menghadirkan produk dan layanan yang inovatif, sehingga mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan yang datang ke Ponorogo.
“Kunjungan wisatawan diperkirakan meningkat. Ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi dan menghadirkan produk-produk kreatif yang menarik,” pungkas Bunda Rita.
(Red).
