LaNyalla Tekankan Pentingnya Peran PAMU dalam Menjaga Nilai Spiritual dan Persatuan Bangsa

Rate this post

Malang || kolocokronews
– Ketua DPD RI ke-V AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menjadi sorotan utama dalam kegiatan Pendadaran Juru Pitutur se-Jawa Timur yang digelar Pirukunan (PAMU) Purwa Ayu Mardi Utama dalam rangka Sarasehan Budaya Spiritual Jumat Kliwonan di Guest House Putri Utari, Jetis, Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Kamis (7/5/2026).

Kehadiran LaNyalla di tengah ratusan keluarga besar PAMU menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan budaya spiritual dan eksistensi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Indonesia.

Dalam forum yang mengangkat tema Penguatan Lembaga Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa tersebut, LaNyalla menegaskan bahwa organisasi penghayat kepercayaan seperti PAMU memiliki posisi penting dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat karakter bangsa.

Menurutnya, PAMU bukan sekadar organisasi budaya spiritual, melainkan bagian dari warisan peradaban Nusantara yang harus dijaga dan dirawat bersama.

“PAMU ini bukan sekadar nama organisasi, tetapi mengandung nilai kehidupan, keseimbangan, dan harmoni yang menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia,” ujar LaNyalla dalam kuliah umumnya.
Ia menilai, ajaran PAMU memiliki makna mendalam tentang hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan antarsesama, dan hubungan manusia dengan alam, yang semuanya sejalan dengan nilai luhur Pancasila.

Bagi LaNyalla, di tengah derasnya perkembangan zaman dan arus informasi yang semakin kompleks, ajaran spiritual seperti PAMU justru menjadi benteng moral untuk menjaga persatuan bangsa.
“Nilai gotong royong, kekeluargaan, dan spiritualitas yang diajarkan PAMU adalah cerminan nyata Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

LaNyalla juga mengingatkan pentingnya menjaga kerendahan hati dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat agar tidak mudah terpecah oleh informasi yang menyesatkan.

Ia berharap keluarga besar PAMU mampu menjadi kekuatan sosial yang menjaga keteduhan, membangun kebersamaan, dan menjadi bagian dari solusi dalam menjaga persatuan nasional.

Kegiatan pendadaran juru pitutur yang diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai wilayah Jawa Timur itu juga dihadiri Ketua Umum PAMU Ki Cokro Wibowo Sumarsono, Direktur BKMA Kementerian Kebudayaan Samsul Hadi, Anggota DPRD Jawa Timur Jajuk Rendra Kresna, perwakilan Balai Pelestarian Budaya Wilayah XI Jawa Timur Nuryahman, Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar, serta Direktur Jatim Park Group Suryo Widodo ,serta sejumlah tokoh budaya dan pemerintahan lainnya.

Acara berlangsung dengan rangkaian materi penguatan ajaran PAMU, sejarah perjuangan organisasi, hingga pelestarian budaya spiritual sebagai bagian dari warisan bangsa.

Bagi LaNyalla, menjaga ajaran spiritual bukan hanya tentang mempertahankan tradisi, tetapi juga menjaga arah moral bangsa di masa depan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan akar budayanya. Dan budaya spiritual adalah salah satu akar penting bangsa ini,” pungkasnya.
(Red).

error: Content is protected !!