Malang || kolocokronews
— 28 November 2025 – Puncak peringatan Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang digelar meriah dan tertata di Pendopo Agung pada jumat, (28/11). Acara berlangsung dengan nuansa budaya yang kuat, sekaligus menampilkan deretan pencapaian pembangunan daerah. Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, peran dan arah kebijakan Bupati Malang HM. Sanusi menjadi titik sorot utama.
Sehari sebelum puncak peringatan, Bupati HM. Sanusi memimpin jajaran Pemkab Malang melakukan ziarah ke makam leluhur Ki Ageng Gribig. Langkah ini menegaskan konsistensi pemerintah daerah dalam merawat tradisi sejarah yang telah mengakar sejak abad ke-13. Sanusi menyatakan bahwa penghormatan kepada leluhur adalah fondasi moral bagi pembangunan Kabupaten Malang ke depan.
Pendopo Agung dipenuhi dekorasi khas Malangan, iringan budaya, serta kehadiran forkopimda, tokoh masyarakat, dan perwakilan kecamatan. Dalam sambutannya, Bupati HM. Sanusi menekankan pentingnya persatuan dan stabilitas daerah sebagai syarat utama percepatan pembangunan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh kemajuan daerah merupakan hasil kerja bersama yang harus terus dijaga.
Tahun ini, Pemkab Malang menggaungkan konsep kreatif “ucapan dalam bentuk tanaman pot.” Sanusi menyebut inovasi ini sebagai simbol kolaborasi warga sekaligus dorongan untuk lebih peduli lingkungan.
Sejumlah penghargaan diberikan kepada individu, pelaku usaha, komunitas, dan perangkat daerah yang dinilai memberi kontribusi nyata. Bupati Sanusi menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk apresiasi terhadap kerja keras dan semangat gotong royong masyarakat Kabupaten Malang.
Prestasi daerah dalam pendidikan, pelayanan publik, dan inovasi pembangunan turut disampaikan sebagai bagian dari capaian satu tahun terakhir. Bupati HM. Sanusi menekankan bahwa seluruh pencapaian ini akan menjadi pijakan untuk program pembangunan berikutnya.
Melalui peringatan Hari Jadi ke-1265, Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan harapan agar Kabupaten Malang semakin maju, sejahtera, dan tetap berpegang pada identitas budaya yang telah bertahan lebih dari 12 abad. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjalankan program yang merata, responsif, dan berpihak pada masyarakat.
(Red)
