Headline

Dari Aksi SHABER Sampah hingga Edukasi Anak TK, Camat Wellem Dorong Budaya Peduli Lingkungan Sejak Dini

Singosari || kolocokronews
Jumat, 28 November 2025 — Semangat gerakan SHABER Sampah Singosari terus bergulir dan meluas ke berbagai lapisan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada aksi bersih sampah dan pengelolaan lingkungan, Camat Singosari, Wellem, S.Sos., M.Link., bersama jajaran serta para penggiat lingkungan menggelar sosialisasi pelestarian lingkungan kepada anak-anak TK Muslimat Gunungrejo, Singosari, sebagai upaya menanamkan budaya peduli lingkungan sejak usia dini.

Kegiatan edukatif ini menjadi bagian penting dari rangkaian aksi SHABER Sampah Singosari (Satu Hati Bersama Masyarakat Bersihkan Sampah Singosari). Dengan pendekatan yang ramah anak, Camat Wellem, S.Sos., M.Link., bersama relawan mengenalkan pentingnya menjaga kebersihan, memilah sampah, serta mencintai lingkungan sekitar melalui bahasa sederhana dan metode pembelajaran yang menyenangkan.

Suasana ceria tampak mewarnai kegiatan tersebut. Anak-anak diajak memahami perilaku dasar peduli lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Edukasi ini diharapkan menjadi fondasi awal pembentukan karakter generasi muda yang sadar dan peduli lingkungan.

Salah satu guru pendidik TK Muslimat Gunungrejo menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif dan berdampak langsung bagi anak-anak. Menurutnya, edukasi lingkungan sejak dini memiliki peran penting karena anak-anak berada pada fase emas pembentukan karakter.
“Anak-anak lebih mudah menyerap kebiasaan baik jika dikenalkan sejak kecil. Dengan kegiatan seperti ini, mereka tidak hanya paham, tetapi juga terbiasa menjaga kebersihan dan mencintai lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Singosari, Wellem, S.Sos., M.Link., menegaskan bahwa keberhasilan gerakan lingkungan tidak semata diukur dari bersihnya suatu wilayah, tetapi dari perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat, terutama generasi penerus. Menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini diyakini akan melahirkan budaya berkelanjutan yang tumbuh secara alami di tengah masyarakat.

Kegiatan sosialisasi kepada anak-anak TK ini sekaligus melengkapi rangkaian aksi SHABER Sampah Singosari yang sebelumnya telah melibatkan masyarakat umum, komunitas bank sampah, serta berbagai elemen lintas sektor. Sinergi antara aksi nyata dan edukasi dinilai menjadi kunci dalam memperkuat langkah Singosari menuju kawasan Berseri — Bersih, Sehat, Indah, dan Lestari.

Dengan melibatkan anak-anak sejak usia dini, Kecamatan Singosari berharap gerakan SHABER Sampah Singosari tidak hanya menjadi program sesaat, melainkan tumbuh menjadi budaya bersama yang mengakar kuat dari generasi ke generasi.
(Red)

error: Content is protected !!