ASN Surabaya Meninggal Dunia Setelah Jadi Korban Jambret, Sempat Berjuang Empat Hari di Rumah Sakit

Surabaya || kolocokronews
– Duka menyelimuti keluarga Widya Riskyanti (28), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai staf di salah satu kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya. Widya mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari akibat luka berat yang dideritanya usai menjadi korban penjambretan di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 17.35 WIB. Saat itu Widya tengah dalam perjalanan pulang kerja mengendarai sepeda motor dan melintas di kawasan belakang Grand City Mal Surabaya.

Diduga menjadi sasaran pelaku jambret, korban terjatuh hingga mengalami cedera serius di bagian kepala. Saat ditemukan warga dan petugas, Widya masih mengenakan seragam batik Korpri, jaket putih, celana panjang hitam, serta kerudung hitam.

Tim BPBD Surabaya yang menerima laporan melalui Command Center 112 segera menuju lokasi untuk memberikan pertolongan. Namun, identitas korban sempat belum diketahui lantaran di lokasi hanya ditemukan sepeda motor Honda Beat miliknya dan tali tas yang sudah terputus. Tas berisi telepon genggam serta dompet diduga dibawa kabur pelaku.

Berkat koordinasi antara Command Center 112, kepolisian, Satpol PP, dan para relawan, identitas korban akhirnya berhasil diketahui sehingga pihak keluarga dapat segera dihubungi.

Ibu korban, Isnaini Budiarti, mengaku menerima kabar mengenai musibah yang menimpa putrinya dari seorang tetangga saat berada di Rusun Indrapura pada Selasa malam. Ia kemudian bergegas menuju RSU Dr Soetomo Surabaya dan mendapati kondisi putrinya sudah dalam keadaan kritis.

“Luka paling parah berada di bagian kepala. Saat ditemukan korban sudah tergeletak dan helmnya terlepas,” ungkap Isnaini.

Ia menuturkan bahwa sebelum mendapat kabar tersebut, dirinya sempat merasa khawatir karena Widya tak kunjung pulang hingga petang. Berulang kali menghubungi melalui pesan maupun panggilan WhatsApp, namun tidak ada respons dari putrinya.

Sejak malam kejadian, Widya menjalani perawatan intensif di RSU Dr Soetomo dan sempat menjalani operasi pada hari pertama. Meski tim medis telah berupaya maksimal, kondisinya terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya peningkatan keamanan di ruang publik, sekaligus menjadi duka mendalam bagi keluarga dan rekan kerja korban yang kehilangan sosok muda yang tengah mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat.
(Red).

error: Content is protected !!