MALANG | Kolocokronews
– Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) di Hall BBIB Suites, Dusun Glatik, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 12.45 WIB ini menjadi wadah memperkuat sinergi antarinstansi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung pengembangan sektor peternakan menuju ketahanan pangan nasional.
Forum tersebut dihadiri sekitar 85 perwakilan instansi dan organisasi, mulai dari jajaran Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah daerah, TNI-Polri, perguruan tinggi, hingga insan media.
Hadir di antaranya Kepala BBIB Singosari Dr. drh. Akbar Yasin, M.P., Kepala Biro Organisasi dan SDM Aparatur (OSDMA) Kementerian Pertanian Ir. Nurwahida, M.Si., Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian drh. Arif Cahyono, M.Si., perwakilan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Nurya Ulfa, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, seluruh kepala dinas peternakan se-Jawa Timur, unsur TNI-Polri, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BBIB, dilanjutkan paparan panitia, sambutan, pembacaan Maklumat Pelayanan BBIB, penandatanganan Komitmen Keterbukaan Informasi dan Fakta Integritas, hingga diskusi mengenai peningkatan kualitas genetika ternak dan optimalisasi pakan ternak.
Dalam sambutannya, Kepala BBIB Singosari Dr. drh. Akbar Yasin, M.P. memperkenalkan pengembangan sapi Red Brahman sebagai salah satu potensi unggulan dalam program peningkatan mutu genetika ternak nasional. Menurutnya, persilangan (cross breeding) memiliki peluang besar untuk menghasilkan ternak yang unggul sehingga penting dipahami oleh para praktisi dan ahli genetika.
Ia juga mengungkapkan optimisme terhadap pengembangan sapi perah di Indonesia. Menurutnya, arah kebijakan pemerintah sudah mulai terlihat, termasuk rencana Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) mengenai peningkatan populasi sapi perah dan sapi potong sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional.
“BBIB Singosari memiliki tugas utama memproduksi semen beku sebagai penunjang peningkatan kualitas ternak. Namun kini kami terus berkembang, tidak hanya pada sapi potong, tetapi juga sapi perah, kambing, hingga domba sebagai bagian dari penguatan layanan dan inovasi di bidang peternakan,” ujar Akbar.
Melalui Forum Konsultasi Publik ini, BBIB Singosari berharap dapat menghimpun berbagai masukan dari pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan peternakan nasional yang berkelanjutan. Forum ini juga menjadi bukti komitmen BBIB Singosari dalam menghadirkan layanan yang transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta dunia peternakan Indonesia.
(Red).
