MALANG || kolocokronews
– Semangat melestarikan budaya melalui olahraga tradisional mewarnai pengukuhan Pengurus Panahan Panji Singhasari Periode 2026–2031 yang digelar di Pendopo Kawedanan Pagentan, Jalan Singosari No. 64, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (12/7/2026) malam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Diah Lastmi, Panit Samapta Polsek Singosari Iptu Cuncun, perwakilan Camat Singosari Abid R.H., Babinsa Kelurahan Pagentan Serma Rahmat Bintoro dan Kopka Prassetia, Sekretaris Kelurahan Pagentan Samsul, tokoh masyarakat, budayawan, serta para pegiat panahan.
Kegiatan yang diawali dengan latihan panahan berlangsung khidmat
Prosesi pengukuhan menjadi momen penting ketika Pembina Panahan Panji Singhasari, Ivan Syailendra, membacakan Surat Keputusan Nomor 0302/SK-PENGURUS/PS/01/2026 tentang pengangkatan Pengurus Panahan Panji Singhasari Periode 2026–2031 yang berpedoman pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.
Di hadapan para tamu undangan, Ivan Syailendra menegaskan bahwa kepengurusan baru bukan sekadar pergantian struktur organisasi, tetapi merupakan amanah besar untuk menjaga eksistensi Panahan Panji Singhasari sebagai wadah pembinaan olahraga sekaligus pelestarian budaya warisan leluhur.
“Pengurus yang telah dikukuhkan harus mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan organisasi, serta terus bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Panahan Panji Singhasari tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya Singhasari,” tegasnya.
Sebelum prosesi pengukuhan, kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta penampilan Tari Topeng khas Malangan yang menambah nuansa budaya dalam acara tersebut. Selanjutnya dilakukan pembacaan surat keputusan, pengucapan sumpah jabatan, serta penyerahan amanah kepada jajaran pengurus yang akan memimpin organisasi hingga tahun 2031.
Perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Diah Lastmi, mengapresiasi langkah Panahan Panji Singhasari yang mampu memadukan olahraga dan pelestarian budaya. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga warisan budaya sekaligus mencetak atlet-atlet panahan yang berprestasi.
“Kolaborasi antara olahraga dan budaya merupakan kekuatan yang harus terus dikembangkan. Kami berharap Panahan Panji Singhasari menjadi wadah pembinaan generasi muda yang mampu menjaga identitas budaya daerah sekaligus meraih prestasi di berbagai tingkat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Muspika Singosari, Abid R.H., mengajak seluruh pengurus yang baru dikukuhkan untuk menjaga soliditas organisasi dan terus berkontribusi dalam pembinaan generasi muda melalui kegiatan-kegiatan yang positif.
Ketua Panahan Panji Singhasari Periode 2026–2031, Ayu Suci, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berkomitmen membawa organisasi menjadi lebih maju melalui sinergi dengan pemerintah, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat.
“Kami berharap Panahan Panji Singhasari dapat terus berkembang menjadi rumah bagi para pecinta panahan sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Singhasari. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis mampu mencetak atlet berprestasi dan memperkenalkan budaya daerah kepada generasi muda,” ungkapnya.
Melalui kepengurusan baru ini, Panahan Panji Singhasari diharapkan semakin aktif menyelenggarakan latihan rutin, pembinaan atlet usia dini, serta berbagai kegiatan budaya yang memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan kearifan lokal Singhasari.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga ditutup dengan doa bersama. Pengukuhan tersebut menjadi tonggak baru bagi Panahan Panji Singhasari untuk terus berkembang sebagai organisasi yang memadukan olahraga, budaya, dan semangat kebersamaan demi kemajuan Kabupaten Malang.
(Red)
