Lumajang || kolocokronews
– Semangat toleransi dan kebersamaan kembali terlihat di Kabupaten Lumajang saat ribuan umat Hindu melaksanakan rangkaian ibadah Piodalan Tahun 2026 di Pura Mandhara Giri Semeru Agung (MGSA), Kecamatan Senduro, Senin malam (6/7/2026). Seluruh prosesi keagamaan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat berkat sinergi berbagai unsur pengamanan.
Personel gabungan dari Polsek Rayon Barat, Satuan Lalu Lintas Polres Lumajang, Koramil Senduro, Pecalang Pura, serta Satuan Keamanan Desa (SKD) Senduro diterjunkan untuk memastikan keamanan jamaah sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan pura yang menjadi salah satu pusat ibadah umat Hindu di Jawa Timur.
Sebelum bertugas, seluruh personel mengikuti apel gabungan yang dipimpin Ps. Kanit Patroli Polsek Senduro, Aiptu Ari Rahmad Wibowo, S.H. Setelah apel, petugas disebar ke sejumlah titik strategis untuk melakukan pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Kapolsek Senduro, AKP Wahono Pudji Santoso, S.H., menegaskan bahwa kehadiran aparat merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat agar setiap umat dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman dan nyaman.
“Pengamanan ini merupakan komitmen kami untuk memberikan rasa aman kepada umat Hindu yang sedang melaksanakan Piodalan. Kami juga bersinergi dengan TNI, Pecalang, dan unsur pengamanan lainnya agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara aparat keamanan, Pecalang, dan masyarakat menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Lumajang. Berkat kerja sama tersebut, situasi di kawasan Pura Mandhara Giri Semeru Agung tetap kondusif, sementara arus kendaraan di sekitar lokasi ibadah juga terpantau lancar.
AKP Wahono turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang telah bersama-sama menjaga keamanan selama pelaksanaan Piodalan.
“Terima kasih kepada seluruh personel pengamanan dan masyarakat atas kerja sama yang baik. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan yang berarti,” pungkasnya.
Pengamanan Piodalan ini tidak hanya menjadi bagian dari tugas menjaga keamanan, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan kerukunan yang terus terpelihara di Lumajang. Keharmonisan antara aparat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi bukti bahwa keberagaman dapat berjalan beriringan dalam suasana damai dan saling menghormati.
(Red).
