Kabupaten Malang || kolocokronews
– Dukungan terhadap penguatan peran pesantren dalam pembangunan kembali ditegaskan DPRD Kabupaten Malang pada pelaksanaan Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) Tahun 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Anggota DPRD Kabupaten Malang Fraksi PKS, Syaiful Rosyid, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum nasional tersebut. Menurutnya, kepercayaan menjadikan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah sebagai tuan rumah merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kecamatan Pakis maupun wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Pakis, Lawang, dan Singosari.
“Forum berskala nasional ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Malang. Kehadirannya menunjukkan bahwa pesantren di daerah ini memiliki peran penting dalam perkembangan pendidikan Islam dan pembangunan bangsa,” ujarnya.
Syaiful juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Malang yang dinilai hadir secara penuh sejak pembukaan hingga penutupan kegiatan. Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah menjadi bukti nyata komitmen dalam mendorong kemajuan pesantren sebagai mitra strategis pembangunan.
Ia menegaskan DPRD Kabupaten Malang siap mendukung berbagai program yang lahir dari Sarasehan Nasional MPDI, terutama yang berkaitan dengan penguatan ekonomi pesantren melalui koperasi serta pemberdayaan masyarakat.
“Kami mendukung penuh hasil-hasil Sarasehan Nasional MPDI. Harapannya, rekomendasi yang dihasilkan mampu memperkuat kemandirian pesantren, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memberikan manfaat bagi pembangunan Kabupaten Malang dan Indonesia,” katanya.
Menurut Syaiful, kehadiran Menteri Koperasi dan Wakil Menteri Agama dalam forum tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pengembangan ekonomi berbasis pesantren.
Ia menilai koperasi pesantren memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan apabila dikelola secara profesional dan mendapat dukungan kebijakan yang memadai.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, K.H. Dr. Muhammad Ajir Abdi Munib, Lc., M.A., mengatakan pesantren selama ini telah merancang berbagai program pemberdayaan, termasuk pengembangan koperasi. Namun, menurutnya, sinergi dengan pemerintah tetap menjadi faktor penting agar program tersebut dapat berjalan lebih optimal.
Ia juga mengajak seluruh elemen untuk mendukung program-program pemerintah yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), seraya menegaskan bahwa apabila terjadi penyimpangan, yang harus dibenahi adalah pelaksanaannya, bukan programnya.
Sarasehan Nasional MPDI Tahun 2026 diikuti lebih dari 130 pondok pesantren dari sekitar 25 provinsi di Indonesia. Selain menjadi ajang silaturahmi antarpimpinan pesantren, forum ini juga menghasilkan berbagai gagasan strategis untuk memperkuat pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi, serta sinergi antara pesantren dan pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional.
(Red).
