Gelombang Tsunami Dampak Gempa M 7,7 Terdeteksi di Sejumlah Wilayah, BMKG Catat Ketinggian hingga 0,19 Meter

5/5 - (1 vote)

INFO PUBLIK || Kolocokronews
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gelombang tsunami yang dipicu gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 telah terpantau mencapai sejumlah wilayah pesisir Indonesia pada Senin pagi, 8 Juni 2026.

Dalam pembaruan data resmi BMKG, gelombang tsunami pertama tercatat tiba di wilayah Kedi, Maluku Utara, pada pukul 07.20 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan alat pencatat pasang surut, tinggi gelombang yang terukur mencapai sekitar 0,09 meter.

Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 07.27 WIB, gelombang tsunami juga terdeteksi di Ulu Siau, Sulawesi Utara. Di lokasi tersebut, ketinggian muka air laut yang tercatat mencapai 0,18 meter.

Pada waktu yang sama, sistem pemantauan BMKG turut merekam kedatangan gelombang tsunami di kawasan Melonguane, Sulawesi Utara. Hingga laporan terbaru, wilayah ini mencatat ketinggian gelombang terbesar dibanding lokasi lainnya, yakni mencapai 0,19 meter.

BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kondisi di lapangan serta memperbarui informasi berdasarkan data dari jaringan alat pemantau tsunami yang tersebar di berbagai wilayah. Masyarakat di kawasan pesisir diimbau tetap mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan BMKG serta tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan perkembangan aktivitas gelombang laut pascagempa dan sebagai dasar penyampaian informasi terbaru kepada masyarakat demi menjaga keselamatan dan kewaspadaan bersama.
(Red).

error: Content is protected !!