Peternak Blitar Raya Bagikan 1 Juta Butir Telur Gratis, Suarakan Krisis Harga yang Kian Menekan

4/5 - (1 vote)

Blitar || kolocokronews
– Ribuan warga memadati sejumlah titik pembagian telur gratis yang digelar para peternak ayam petelur dari wilayah Blitar Raya, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, dan daerah sekitarnya, Senin (1/6/2026). Sebanyak 1 juta butir telur dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sekaligus simbol protes atas anjloknya harga telur di tingkat peternak yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Aksi sosial tersebut dilakukan di tengah kondisi usaha peternakan yang sedang menghadapi tekanan berat. Harga telur yang terus merosot tidak diikuti penurunan biaya produksi, khususnya harga pakan yang justru mengalami kenaikan signifikan.

Perwakilan peternak, Suyanto, mengungkapkan bahwa saat ini harga telur di tingkat peternak hanya berada di kisaran Rp20.600 hingga Rp21.000 per kilogram. Angka tersebut jauh di bawah biaya produksi yang harus dikeluarkan peternak.

Di sisi lain, harga pakan ternak terus merangkak naik. Jika sebelumnya satu sak pakan dibanderol sekitar Rp370 ribu, kini harganya telah mencapai Rp420 ribu. Kondisi tersebut membuat peternak, terutama skala kecil dan menengah, harus menanggung kerugian sekitar Rp2.000 per kilogram telur yang dijual.

“Biaya produksi atau Harga Pokok Produksi (HPP) saat ini berada di angka sekitar Rp23.000 per kilogram. Dengan harga jual yang ada sekarang, peternak jelas merugi,” ujar Suyanto.

Selain persoalan harga, peternak juga menyampaikan kekhawatiran terhadap munculnya wacana masuknya investor asing ke sektor peternakan nasional. Menurut mereka, kehadiran perusahaan bermodal besar berpotensi mempersempit ruang usaha peternak rakyat yang selama ini mengandalkan modal terbatas.

Peternak mikro dan kecil dinilai akan semakin sulit bersaing apabila harus berhadapan dengan perusahaan besar yang memiliki akses permodalan kuat, teknologi modern, serta ketersediaan pakan dalam jumlah besar.

Karena itu, para peternak berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga telur dan melindungi keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Senada dengan aspirasi para peternak, Bupati Blitar, Rijanto, meminta pemerintah pusat segera turun tangan mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, harga telur yang diterima peternak saat ini berada jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni antara Rp24.500 hingga Rp26.500 per kilogram.

Ia mengingatkan bahwa apabila kondisi ini terus berlangsung, banyak peternak berpotensi mengalami kerugian berkepanjangan hingga terancam gulung tikar. Terlebih, harga bahan baku pakan masih sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat.

Sebagai solusi, Rijanto mengusulkan agar kebutuhan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat disalurkan melalui koperasi atau lembaga distribusi yang melibatkan peternak secara langsung. Dengan cara tersebut, harga telur di tingkat peternak diharapkan lebih stabil dan tidak mudah dipermainkan oleh tengkulak.

Kabupaten Blitar sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Indonesia. Dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 450 ton per hari, daerah ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan telur dalam jumlah besar, termasuk untuk mendukung program MBG yang tengah dijalankan pemerintah.

Melalui aksi pembagian satu juta telur gratis ini, para peternak berharap suara mereka dapat didengar, sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik melimpahnya produksi telur nasional, terdapat ribuan peternak yang sedang berjuang mempertahankan usahanya di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.
(Red).

error: Content is protected !!